Equity Analyst CNBC Indonesia Research, Gelson Kurniawan mengungkap tren pertumbuhan ekonomi RI yang tetap terjaga dan mengenai level 5,29% (yoy) hingga Kuartal II-2026 tidak melepas dari dorongan konsumsi masyarakat dengan kontribusi menyentuh 53,32% terhadap PDB RI. Masih kuatnya belanja masyarakat ini juga tercermin pada industri sektor Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) yang mampu menjaga pertumbuhan yang tetap kuat.
Meski demikian kinerja keuangan dalam industri FMCG masih bervariasi yang dipengaruhi oleh sejumlah faktor termasuk harga yang mempengaruhi daya akumulasi, efisiensi bisnis, faktor distribusi dan rantai pasok, kualitas produk serta keterjangkauan, selera pasar hingga didukung inovasi dan kekuatan 'merk' dagang. Salah satu emiten FMCG yang mampu menjaga tren pertumbuhan positif di paruh pertama 2026 adalah PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) yang pada Semester I-2026 dengan penjualan bersih dari operasi berkelanjutan menyentuh Rp16,9 Triliun atau meningkat 7,1% (yoy) dengan laba bersih naik 10,2% (yoy) menjadi Rp2,1 Triliun.
Ringkasnya, kinerja Unilever mencerminkan masih kuatnya volume penjualan utamanya untuk segmen "home and personal care" serta produk "food and refreshment" seiring dengan dukungan transformasi bisnis yang konsisten dengan nilai berkelanjutan. Seperti apa Analisa kinerja bisnis sektor FMCG?
Selengkapnya cermati ulasan Mercy Widjaja dengan Equity Analyst CNBC Indonesia Research, Gelson Kurniawan dalam Closing Bell, CNBC Indonesia (Rabu, 12/08/2026)
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

