PT Gunung Raja Paksi Tbk (GGRP) membukukan perbaikan kinerja pada awal 2026. Emiten baja ini membukukan laba periode berjalan sebesar USD1,26 juta pada kuartal I 2026.
Kinerja tersebut berbalik dari periode serupa tahun sebelum itu. Pada kuartal I 2025, perseroan masih membukukan rugi bersih sebesar USD5,05 juta.
Berdasarkan laporan keuangan interim per 31 Maret 2026, perbaikan laba didorong oleh pertumbuhan penjualan serta efisiensi biaya. Penjualan bersih GGRP meningkat 6,27% berubah menjadi USD46,24 juta, dibandingkan USD43,51 juta pada kuartal I 2025.
Penjualan domestik masih berubah menjadi kontributor utama dengan nilai USD44,30 juta. Sementara itu, penjualan ekspor tercatat senilai USD1,94 juta.
Perseroan juga berhasil menekan beban pokok penjualan sebesar 6,52% menjadi USD42,24 juta, dari sebelum itu USD45,19 juta. Hal ini mendorong GGRP membukukan laba kotor sebesar USD3,99 juta, setelah pada periode serupa tahun sebelumnya membukukan rugi kotor USD1,68 juta.
Efisiensi operasional turut menopang kinerja. Beban umum dan administrasi mengalami pelemahan 44,40% berubah menjadi USD2,72 juta dari USD4,90 juta. Beban penjualan juga menyusut berubah menjadi USD543 ribu dari USD711 ribu.
Di sisi lain, biaya keuangan naik ke USD1,42 juta dari USD1,15 juta. Sementara itu, pendapatan keuangan tercatat sebesar USD535 ribu.
Dari sisi neraca, total aset GGRP per 31 Maret 2026 menyentuh USD773,89 juta, naik 6,79% dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar USD724,62 juta.
Jumlah liabilitas tercatat senilai USD119,06 juta, meningkat 67,38% dari posisi Desember 2025 senilai USD71,13 juta. Kenaikan ini terutama berasal dari peningkatan utang lain-lain dan bagian jangka pendek pinjaman jangka panjang.
Ringkasnya, ekuitas perseroan relatif stabil di level USD654,83 juta, sedikit meningkat dari USD653,49 juta pada akhir 2025.
Dalam laporan tersebut, manajemen juga menerangkan pelepasan entitas anak. GGRP kehilangan pengendalian atas Gunung Steel (Shanghai) Co., Ltd secara efektif pada 19 Maret 2026, alhasil entitas tersebut tidak kembali dikonsolidasikan dalam laporan keuangan perseroan.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

