PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) menggeber rencana ekspansi ke sektor sumber daya alam (SDA) dengan menargetkan akuisisi 45% saham perusahaan batu bara, PT Trimitra Coal Perkasa (TCP) pada kuartal III-2026. Aksi korporasi bernilai Rp1,6 triliun tersebut beriringan dengan rencana penambahan modal melalui skema hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau penerbitan hmetd.
Direktur Utama MEJA Richie Adrian Hartanto menjelaskan, masuknya perseroan ke bisnis batu bara bertujuan untuk diversifikasi bisnis secara bersamaan meningkatkan profitabilitas jangka panjang.
Nantinya, MEJA mengelola dua lini usaha utama melalui anak usaha yaitu desain interiorโsegmen yang selama ini berubah menjadi sumber pendapatan utama dan segmen pertambangan batu bara melalui TCP. โTargetnya, kuartal III-2026 kami bisa mengakuisisi 45% saham TCP melalui mekanisme share swap,โ ujar Richie dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (27/4/2026).
Menurut Richie, nilai transaksi Rp1,6 triliun bersumber dari kesepakatan awal yang mengacu pada transaksi pembanding. Sementara itu, angka tersebut masih dapat berubah menunggu hasil penilaian Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) yang kini sedang dalam proses penunjukan.
Perlu diketahui, TCP adalah aset strategis dengan skala besar di sektor batu bara. Perusahaan itu memiliki konsesi seluas sekitar 11.640 hektare di Sumatera Selatan dan sumber daya menyentuh 693,7 juta ton, berdasarkan laporan konsultan independen Faan Grobelaar & Associates asal Afrika Selatan.
Ringkasnya, produksi komersial TCP ditargetkan dimulai pada kuartal III/2026, dengan kapasitas awal sekitar 1,5 juta ton per tahun dan kalori batu bara 2.800 Kcal/kg. TCP telah menunjuk PT Mitra Abadi Mahakam sebagai kontraktor tambang serta memiliki pembeli siaga (standby buyer), yaitu Argo Energy Pte. Ltd., bagian dari Banpu Group, dengan kontrak penjualan satu tahun.
Dengan fundamental tersebut, MEJA menilai akuisisi tersebut mampu menyalurkan eksposur langsung terhadap industri batu bara berkapasitas besar serta memperluas portofolio pendapatan jangka panjang perusahaan.
Harga Pelaksanaan Penerbitan hmetd
Ringkasnya, editor: Muawwan Daelami
Ringkasnya, follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Ringkasnya, baca Berita Lainnya di Google News
Catatan: rights issue berpotensi mengakibatkan dilusi bagi pemegang saham lama yang tidak ikut serta. Perhatikan harga pelaksanaan dan rasio HMETD sebelum memutuskan.

