PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), pengelola jaringan ritel Hypermart membukukan kinerja positif pada kuartal I-2026. Perseroan mencetak laba bersih pada periode tersebut seiring penjualan yang terus meningkat.
Penjualan bersih Hypermart pada periode Januari-Maret 2026 menyentuh Rp2,2 triliun, meningkat 4,5 persen dibandingkan periode serupa tahun sebelum itu sebesar Rp2,1 triliun. Capaian ini melanjutkan tren posifit pada 2025 yang meningkat 1,9 persen.
Ringkasnya, pertumbuhan pendapatan ini didukung oleh momentum periode festive serta respons positif pelanggan terhadap perbaikan inisiatif strategis perseroan. Kontribusi entitas anak turut memperkuat kinerja induk, seiring ekspansi ke segmen pasar baru dan peluncuran gerai dengan format baru.
Laba bruto meningkat 9,3 persen menjadi Rp354 miliar. Hal ini mencerminkan keberhasilan Hypermart dalam menghadirkan produk yang lebih relevan bagi pelanggan secara bersamaan menjaga efisiensi biaya secara konsisten.
Laba operasional tercatat Rp34 miliar, mengalami kenaikan 235,6 persen dari Rp10 miliar. Laba bersih berbalik positif berubah menjadi Rp1,6 miliar dari posisi rugi Rp22,3 miliar. Hal tersebut mencerminkan pemulihan keuangan serta menunjukkan operasional inti MPPA mulai mampu menghasilkan profit.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

