Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan masih bergerak terkoreksi pada pembukaan perdagangan Rabu (13/5/2026). Meski demikian, pergerakan indeks dinilai berpeluang mengalami technical rebound setelah menguji area support.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, CFP®, menuturkan IHSG berpotensi mengalami open gap down akibat sentimen hasil MSCI Review yang diumumkan semalam.
“IHSG kemungkinan potensi open gap down untuk tes support di area 6.600-6.700 karena efek MSCI Review yang diumumkan semalam. Akan tetapi, setelah mencapai level support tersebut, IHSG berpotensi technical rebound,” ujar Fanny dalam risetnya, Rabu (13/5/2026).
Pada penutupan perdagangan Selasa (12/5/2026), IHSG berada di level 6.905,62 atau turun 63,78 poin setara 0,92% dibandingkan sesi sebelum itu.
Sebanyak 442 saham tercatat terkoreksi, 251 saham terangkat, dan 125 saham stagnan.
Tekanan lepas investor asing juga masih mendominasi pasar. Di pasar reguler, investor asing membukukan net foreign sell sebesar Rp659 miliar. Sementara secara keseluruhan, nilai lepas bersih asing menyentuh sekitar Rp799 miliar.
Beberapa saham yang banyak dilepas investor asing antara lain ANTM, BMRI, KEUNTUNGAN, DSSA, dan BBRI.
Untuk perdagangan hari ini, BNI Sekuritas memperkirakan support IHSG berada di kisaran 6.600-6.700, sementara resistance diproyeksikan pada level 6.950-7.020.
Ringkasnya, bNI Sekuritas juga merekomendasikan enam saham yang menarik dicermati untuk perdagangan hari ini, yakni MEDC, BIPI, ENRG, BUMI, BKSL, dan HRTA.
Ringkasnya, berikut rekomendasi trading BNI Sekuritas:
Disclaimer: Artikel ini disajikan sebagai informasi dan bukan ajakan membeli atau melepas saham. Seluruh rekomendasi dan analisis adalah pendapat analis sekuritas terkait. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

