JAKARTA, investor.id - PT Mayora Indah Tbk (MYOR) menatap tahun 2026 dengan optimisme tinggi. Emiten produsen makanan dan minuman tersebut menargetkan pertumbuhan penjualan senilai 8,2% berubah menjadi Rp41,85 triliun dan laba bersih mengalami kenaikan 17,3% berubah menjadi Rp3,41 triliun, didorong oleh penguatan pasar ekspor, membaiknya harga komoditas utama, serta perluasan jaringan distribusi domestik.
Direktur Mayora Indah Wardhana Atmadja menuturkan, target tersebut didukung oleh kinerja yang sudah menunjukkan tren positif sejak awal tahun. Hingga April 2026, perseroan telah membukukan penjualan sebesar Rp12,48 triliun dengan laba bersih menyentuh Rp1,26 triliun. “Proyeksi penjualan pada 2026 meningkat 8,2% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang menyentuh Rp38,68 triliun, dan laba bersih meningkat 17,3% secara tahunan dari Rp2,91 triliun,” ujar Wardhana dalam Public Expose, baru-baru ini.
Menariknya, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang selama ini menjadi tantangan bagi banyak industri justru dinilai dapat menyalurkan dampak positif bagi Mayora. Meski depresiasi rupiah berpotensi meningkatkan biaya bahan baku impor, kontribusi penjualan ekspor yang menyentuh sekitar 40% dari total pendapatan dinilai mampu menjadi penyeimbang.
Menurut Wardhana, penerimaan ekspor dalam mata uang asing menyalurkan keuntungan tersendiri bagi perseroan di tengah volatilitas kurs. Apalagi, produk-produk Mayora telah dipasarkan ke berbagai negara alhasil menyalurkan diversifikasi pasar yang kuat. “Komposisi penjualan ekspor perseroan yang signifikan dan memiliki banyak negara tujuan mendukung perseroan untuk terus bertumbuh dengan stabil,” katanya.
Selain faktor kurs, perseroan juga melihat peluang peningkatan margin seiring mulai melandainya harga kopi dan kakao yang sempat menyalurkan tekanan signifikan terhadap biaya produksi sepanjang 2025. Penurunan harga kedua komoditas tersebut diperkirakan dapat memperbaiki profitabilitas pada tahun berjalan.
Di sisi domestik, Mayora membidik peluang pertumbuhan dari perluasan jaringan distribusi hingga ke tingkat akar rumput. Kehadiran program Koperasi Desa Merah Putih dinilai dapat menjadi saluran distribusi baru bagi berbagai produk perseroan, secara bersamaan memperluas penetrasi pasar di wilayah-wilayah yang selama ini belum tergarap optimal.
Sejalan dengan kinerja yang solid, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Mayora menyetujui pembagian dividen tunai senilai Rp60 per saham dari laba tahun buku 2025.
Keputusan tersebut diambil setelah perseroan berhasil membukukan pertumbuhan penjualan menjadi Rp38,68 triliun pada 2025, meningkat dibandingkan Rp36,07 triliun pada tahun sebelum itu.
Wardhana mengakui bahwa sepanjang tahun sebelumnya perseroan menghadapi tantangan yang tidak ringan, terutama akibat reli harga kopi dan kakao yang meningkatkan biaya produksi. Sementara itu, berbagai langkah strategis berhasil menjaga kinerja perusahaan tetap bertumbuh.
Perseroan menjalankan sejumlah inisiatif, mulai dari inovasi produk, peningkatan efisiensi operasional, pengendalian biaya produksi, hingga menjaga harga lepas tetap kompetitif tanpa mengurangi kualitas produk.
”Strategi tersebut menjadi fondasi penting dalam mempertahankan kepercayaan konsumen secara bersamaan memperluas jangkauan pasar, baik domestik maupun internasional,” ujarnya.
Mayora menilai prospek industri makanan dan minuman nasional masih menjanjikan, ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang relatif stabil serta permintaan ekspor yang masih kuat. Kendati demikian, perseroan masih mencermati sejumlah risiko global, termasuk potensi gangguan rantai pasok, fluktuasi biaya logistik, dan pergerakan harga komoditas.
Dengan portofolio merek yang kuat, jaringan distribusi yang luas, serta penetrasi pasar internasional yang terus berkembang, Mayora optimistis berpotensi mempertahankan momentum pertumbuhan dan menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemegang saham.
”Kami diproyeksikan terus memperkuat inovasi, menjaga efisiensi operasional, memastikan ketersediaan bahan baku, serta memperluas pasar di dalam dan luar negeri. Dengan fondasi bisnis yang kuat, kami optimistis berpotensi terus bertumbuh secara berkelanjutan,” tutup Wardhana.
Ringkasnya, editor: Theresa Sandra Desfika
Ringkasnya, follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Ringkasnya, baca Berita Lainnya di Google News
Catatan: pastikan Anda mencatat tanggal cum-dividen dan recording date. Harga saham biasanya menyesuaikan (turun) pada ex-date sebesar nilai dividen. Selalu verifikasi tanggal pembayaran melalui keterbukaan informasi di IDX.

