Ringkasnya, persoalan investasi Lembaga Kemajuan Tanah Persekutuan (FELDA) Malaysia di emiten sawit Indonesia, PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) atau EHP, mencuat usai Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengaku telah mengirim surat resmi kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Ringkasnya, anwar meminta Prabowo turut mencermati sengketa investasi tersebut yang menurutnya berpotensi membuat FELDA merugi hingga RM2,5 miliar, setara sekitar Rp11,01 triliun dengan kurs Rp4.403,8 per ringgit.
Pada Jumat (21/8/2026) lalu, Anwar menerangkan bahwa jika persoalan ini tidak kunjung tuntas, dana yang bisa diselamatkan FELDA diperkirakan hanya sekitar RM200 juta, atau setara Rp880,76 miliar.
Ringkasnya, โKalau tidak ditangani, RM2.5 bilion ini yang mungkin yang kita peroleh nanti RM200 juta. Ini satu contoh," kata Anwar, seperti dikutip Bernama.
Anwar mengungkap investasi itu kini tersangkut proses hukum seiring Rajawali Group, mitra secara bersamaan penjual saham BWPT kepada FELDA, mengajukan keberatan atas putusan arbitrase Singapore International Arbitration Centre (SIAC) pada Juni 2024.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

