Emiten produsen petrokimia, PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) tengah merumuskan peta jalan (roadmap) strategis guna memenuhi regulasi terbaru terkait batas minimum porsi kepemilikan saham publik atau free float senilai 15 persen yang disyaratkan oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI).
Direktur Lotte Chemical Titan, Calvin Wiryapranata, menuturkan posisi kapitalisasi pasar perseroan per 31 Maret 2026 tercatat masih berada di bawah angka Rp5 triliun. Kondisi ini membuat FPNI masuk ke dalam kategori perusahaan tercatat yang memiliki tenggat waktu pemenuhan paling longgar, yakni hingga 2029.
Longgarnya batas waktu tersebut menyalurkan keleluasaan bagi manajemen untuk mengkaji langkah korporasi secara matang.
Ringkasnya, "Karena ini termasuk masih baru dan kita tahu market masih belum begitu bergejolak. Jadi kami harus temukan momentum yang tepat untuk membuat roadmap," ujar Calvin dalam Public Expose 2026 di Jakarta, Jumat (12/6/2026).
Calvin menjelaskan bahwa manajemen kini masih menimbang dan mempelajari berbagai opsi linear yang tersedia di koridor pasar modal Indonesia untuk mendongkrak porsi saham publiknya.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

