Pieter Tanuri tetap menjadi pemegang saham pengendali secara bersamaan pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner/UBO) PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA).
Ringkasnya, berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) per 30 April 2026, Pieter Tanuri memiliki 2.295.830.720 saham atau setara 38,26% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.
Ringkasnya, selain Pieter Tanuri, pemegang saham dengan kepemilikan di atas 5% adalah Asuransi Central Asia melalui PT Asuransi Central Asia sebanyak 533 juta saham atau 8,88%. Sementara itu, Ayu Patricia Rachmat menggenggam 304,62 juta saham atau setara 5,08%.
BOLA memiliki total 6 miliar saham tercatat. Emiten pengelola klub sepak bola Bali United FC ini juga membukukan kepemilikan saham oleh jajaran direksi dan komisaris.
Ringkasnya, direktur Yabes Tanuri memiliki 150 juta saham atau 2,50%. Direktur Putri Paramita Sudali menggenggam 32,55 juta saham atau 0,54%. Direktur Katharine Wianna memiliki 2,5 juta saham atau 0,04%. Adapun Komisaris Jemi Wiyono Prihadi tercatat mengantongi 1,35 juta saham atau 0,02%.
Jumlah investor BOLA yang memiliki Single Investor Identification (SID) tercatat sebanyak 5.057 pihak pada akhir April 2026. Angka ini mengalami pelemahan 52 investor dibandingkan posisi akhir Maret 2026 yang sebanyak 5.109 pihak.
Ringkasnya, dari sisi kepatuhan terhadap ketentuan Bursa Efek Indonesia (BEI), BOLA telah memenuhi persyaratan free float dengan margin yang sangat lebar. Perseroan memiliki 2.492.352.280 saham free float atau setara 41,54% dari total saham tercatat.
Ringkasnya, rasio tersebut jauh melampaui batas minimum 15% sebagaimana diatur dalam Ketentuan V.1.1 Peraturan Bursa Nomor I-A untuk Papan Utama. Dari sisi jumlah pemegang saham, BOLA juga memenuhi syarat minimal 300 investor, dengan total 5.057 investor.
Corporate Secretary BOLA, Yohanes Ade Bunian Moniaga, menekankan bahwa perhitungan free float telah dilakukan sesuai dengan ketentuan bursa.
Ringkasnya, โPerhitungan Free Float telah disajikan sesuai dengan Peraturan Pencatatan Bursa Nomor I-A dan/atau I-V,โ tulis Yohanes dalam laporan tersebut, dikutip Senin (11/5/2026).
Manajemen juga menekankan bertanggung jawab penuh atas kebenaran seluruh informasi dalam LBRE, serta memastikan tidak ada fakta material yang dihilangkan.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

