PT Citra Tubindo Tbk (CTBN) menyatakan laporan bulanan registrasi pemegang efek untuk periode yang berakhir pada 30 April 2026. Laporan tersebut menunjukkan struktur kepemilikan saham emiten penyedia jasa infrastruktur energi ini, termasuk posisi free float yang telah memenuhi ketentuan minimum Bursa Efek Indonesia (BEI).
Ringkasnya, berdasarkan data perseroan, Kestrel Wave Ltd tercatat sebagai pemegang saham terbesar dengan kepemilikan sebanyak 386,02 juta saham atau setara 48,23% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh.
Ringkasnya, posisi kedua ditempati Vallourec Tubes SAS yang menggenggam 268 juta saham atau 33,48%. Perusahaan ini juga tercatat sebagai pemegang saham pengendali CTBN.
Berikutnya, Nippon Steel Corporation memiliki 55,81 juta saham atau setara 6,97%.
Ringkasnya, sementara itu, masyarakat atau publik menguasai 90,52 juta saham, yang setara dengan 11,32% dari total saham yang tercatat di BEI. Dengan demikian, CTBN telah memenuhi ketentuan BEI yang mewajibkan emiten memiliki saham free float minimal 7,5% dari total saham tercatat dan dimiliki oleh sedikitnya 300 pemegang saham.
Direktur CTBN, Saiful Mizra Bin, tercatat memiliki 500 saham. Jumlah tersebut tidak mengalami perubahan dibandingkan bulan sebelum itu.
Jumlah pemegang saham CTBN tercatat sebanyak 629 Single Investor Identification (SID) per akhir April 2026, mengalami pelemahan tipis dari 631 SID pada Maret 2026.
Corporate Secretary CTBN, Susi Yulianti, menekankan bahwa perhitungan free float telah dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
Ringkasnya, โPerhitungan Free Float telah disajikan sesuai dengan Peraturan Pencatatan Bursa Nomor I-A dan/atau I-V tentang Pencatatan Saham,โ tulis Susi dalam laporan resmi perseroan.
Total saham CTBN yang tercatat di Bursa menyentuh 800,37 juta saham. Seluruh saham publik yang berjumlah 90,52 juta saham dikategorikan sebagai saham free float.
Ringkasnya, adapun administrasi saham CTBN dikelola oleh PT Raya Saham Registra selaku Biro Administrasi Efek (BAE).
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

