Jakarta, CNBC Indonesia — Kontribusi holding ultra mikro (UMi) kian menjadi penopang penting kinerja PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, tidak hanya dari sisi pembiayaan, tetapi juga profitabilitas dan ekspansi ekosistem. Wakil Direktur Utama Viviana Dyah Ayu menerangkan, keberadaan holding UMi yang terdiri dari PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM), mendorong pertumbuhan yang terintegrasi dengan kualitas pembiayaan yang tetap terjaga. "Secara keseluruhan, holding ultra mikro menunjukkan sinergi sebagai bagian dari transformasi BRIVolution Reignite, secara bersamaan menjadi sumber pertumbuhan baru (new sources of growth)," ujarnya dalam paparan kinerja kuartal I-2026, Kamis (30/4/2026).
Dari sisi kinerja, anak usaha dalam holding UMi membukukan reli profitabilitas yang signifikan. Laba bersih Pegadaian meningkat sekitar 244,3% menjadi Rp8,4 triliun, sementara PNM meningkat 34,8% dari Rp845 miliar menjadi Rp1,1 triliun pada tiga bulan pertama tahun berjalan.
Tak hanya laba, ekspansi nasabah dan penyaluran pembiayaan juga menunjukkan pertumbuhan impresif dengan kualitas kredit yang tetap terjaga. Secara konsolidasi, kontribusi perusahaan anak terhadap laba BRI menyentuh 28,49% hingga akhir kuartal I-2026.
Lebih jauh, sinergi dalam holding UMi juga memperkuat peran BRI sebagai motor inklusi keuangan nasional. Hingga kuartal I-2026, BRI telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp47,09 triliun, dengan sektor pertanian mendominasi sekitar 42%.
Selain itu, perseroan turut berpartisipasi dalam pembiayaan sekitar 3 juta rumah melalui penyaluran kredit subsidi, secara bersamaan memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. BRI juga aktif dalam berbagai program pemberdayaan ekonomi kerakyatan, termasuk pengembangan koperasi desa, bantuan sosial non-tunai, serta penguatan ekosistem ultra mikro.
Dari perspektif keberlanjutan, BRI terus mengarahkan portofolio ke pembiayaan yang berdampak sosial dan lingkungan. Hingga kuartal I-2026, porsi kredit berwawasan sosial menyentuh 53% dari total portofolio, sementara pembiayaan berwawasan lingkungan menyentuh Rp96,6 triliun.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

