Manajemen PT Kirana Megatara Tbk (KMTR) menerangkan, pihaknya menyalurkan penanggungan dalam bentuk Joint Corporate Guarantee untuk mendukung kredit sindikasi bernilai US$200 juta yang diterima oleh 13 anak usaha Perseroan.
Ferry Sidik, Corporate Secretary KMTR dalam keterangan, Selasa 14 Juli 2026 menuturkan, penjaminan ini terkait fasilitas pinjaman perbankan yang didapat melalui kerja sama dengan 6 bank publik maupun swasta. Adapun anak usaha KMTR menjadi debitur yakni PT Djambi Waras, PT Pantja Surya, PT Nusira, PT New Kalbar Processors, PT Tirta Sari Surya, PT Kirana Sapta.
Berikutnya, PT Kirana Musi Persada, PT Kirana Windu, PT Kirana Permata, PT Komering Jaya Perdana, PT Anugrah Bungo Lestari, PT Karini Utama, dan PT Bintang Agung Persada.
Ringkasnya, sementara anggota sindikasi bank sebagai kreditur yang terlibat dalam penjaminan tersebut yakni Cooperative Rabo Bank U.A. Singapore Branch, PT Bank OCBC NISP Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Bank DBS Indonesia, PT Bank HSBC Indonesia, dan PT Bank Permata Tbk.
Menurut Ferry, pemberian penanggungan perusahaan bersama ini adalah prasyarat yang diwajibkan oleh Para Kreditur dalam US$200 juta Facility Agreement yang diadakan oleh Perusahaan Terkendali Perseroan dan Para Kreditur. โPemberian penanggungan perusahaan bersama ini sebagaimana fasilitas kredit diperlukan oleh Perusahaan Terkendali Perseroan untuk kebutuhan modal kerja dan pembelian bahan baku (raw materials),โ kata Ferry.
Ferry menekankan bahwa berdasarkan penelaahan yang dilakukan Perseroan, pemberian penanggungan Perusahaan Bersama ini tidak berdampak material terhadap kondisi keuangan Perseroan. Direksi Perseroan menuturkan, transaksi material ini bukan adalah transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Ringkasnya, bahkan, semua informasi material telah diungkapkan dan informasi tersebut tidak menyesatkan.
PT Kirana Megatara Tbk (KMTR) adalah produsen remah karet terbesar di Indonesia. Perusahaan ini memproduksi karet dengan spesifikasi teknis, juga dikenal sebagai Karet Standar Indonesia (SIR), yang digunakan sebagai bahan utama pembuatan ban kendaraan di banyak pabrik global, seperti Bridgestone, Michelin, Goodyear, dan Pirelli.
Perusahaan tersebut didirikan pada tahun 1991 dan adalah perusahaan induk dari 15 anak perusahaan pengolah karet di Sumatera dan Kalimantan. Secara total, kapasitas produksi tahunan Perseroan adalah sekitar 720.000 metrik ton.
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya โ apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

