PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) membukukan rapor hijau pada kuartal I-2026 setelah resmi merampungkan aksi penggabungan usaha (merger) dengan PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN). Sinergi ini terbukti mengerek indikator bisnis utama, mulai dari volume pembiayaan hingga perolehan laba bersih yang meningkat signifikan.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan per Kamis (30/4/2026), Adira Finance membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp484,13 miliar pada tiga bulan pertama tahun berjalan. Angka tersebut meroket 25,50% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode serupa tahun sebelumnya yang sebesar Rp385,76 miliar, di mana telah mencakup perolehan laba dari Mandala Finance sebelum itu.
Reli laba ini ditopang oleh efisiensi operasional dan pertumbuhan pendapatan. Total pendapatan perseroan menyentuh Rp3,21 triliun atau meningkat 7,24% yoy, yang utamanya disumbang oleh lini pembiayaan konsumen dan sewa pembiayaan. Di sisi lain, beban keuangan relatif terkendali berkat penurunan biaya bunga dan provisi.
Kinerja operasional pasca-merger menunjukkan akselerasi yang tajam. Pembiayaan baru Adira Finance meroket 52% yoy menjadi Rp11,9 triliun, yang mencakup seluruh segmen baik otomotif maupun non-otomotif. Hal ini mendorong total piutang pembiayaan dikelola meningkat 18% yoy menjadi Rp64,7 triliun per Maret 2026.
Pencapaian tersebut jauh melampaui performa industri pembiayaan nasional. Merujuk data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Februari 2026, piutang pembiayaan industri hanya meningkat tipis 1,01% yoy.
Dari sisi kualitas aset, Adira Finance juga membukukan perbaikan dengan rasio pembiayaan bermasalah (non-performing financing/NPF) gross yang turun ke level 1,9%, jauh di bawah rata-rata industri yang berada di angka 2,78% (per Februari 2026).
Sebagai informasi, Adira Finance resmi menjalankan penggabungan usaha dengan Mandala Finance mulai 1 Oktober 2025. Melalui aksi ini, perseroan menjalankan konversi saham Mandala Finance dengan meluncurkan 235.803.109 lembar saham baru, yang meningkatkan modal ditempatkan dan disetor penuh sebesar Rp23,58 miliar.
Aksi korporasi ini adalah bagian dari strategi jangka panjang Mitsubishi UFJ Financial Group, Inc. (MUFG) bersama PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) sebagai pemegang saham pengendali. Penggabungan itu diyakini akan memperkuat posisi Adira Finance, terutama di segmen pembiayaan roda dua yang sebelum itu adalah kekuatan utama Mandala Finance, secara bersamaan memperkokoh ekosistem pembiayaan grup MUFG di Indonesia.
Adapun hingga kuartal I-2026, total aset Adira Finance menyentuh Rp39,74 triliun, meningkat 23,69% dibandingkan kuartal I-2025 atau sebelum merger dengan Mandala Finance. Sementara dari sisi likuiditas, indikator financing to asset ratio (FAR) relatif terjaga moderat di posisi 90,70%.
Ringkasnya, editor: Prisma Ardianto
Ringkasnya, follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Ringkasnya, baca Berita Lainnya di Google News
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

