PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) mencetak pertumbuhan kinerja keuangan yang solid pada kuartal pertama 2026. Emiten produsen cetakan sarung tangan ini meraup laba bersih sebesar Rp83,43 miliar per 31 Maret 2026. Perolehan ini naik 19,16% dibandingkan Rp70,01 miliar pada periode serupa tahun 2025.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan dikutip dari laman Bursa, Sabtu (25/4/2026), laba per saham dasar MARK juga naik ke Rp21,95. Pada kuartal I 2025, laba per saham dasar berada di level Rp18,42.
Kenaikan laba bersih ini sejalan dengan pertumbuhan penjualan bersih perseroan. Hingga akhir Maret 2026, MARK membukukan penjualan sebesar Rp250,84 miliar. Angka ini meningkat 23,55% dari realisasi penjualan kuartal I 2025 sebesar Rp203,03 miliar.
Pasar ekspor masih menjadi kontributor utama pendapatan MARK dengan nilai menyentuh Rp207,93 miliar. Sementara itu, penjualan lokal menyumbang sebesar Rp42,91 miliar. Berdasarkan jenis produk, cetakan sarung tangan (glove mould) mendominasi penjualan dengan nilai Rp222,71 miliar. Sisanya berasal dari peralatan pertanian sebesar Rp18,15 miliar dan peralatan rumah sebesar Rp9,97 miliar.
Seiring dengan peningkatan volume penjualan, beban pokok penjualan juga meningkat ke Rp132,72 miliar dari sebelum itu Rp96,97 miliar. Meski demikian, laba bruto perseroan tetap meningkat menjadi Rp118,11 miliar dibandingkan Rp106,06 miliar pada tahun sebelum itu.
Manajemen MARK juga berhasil menjalankan efisiensi pada biaya operasional. Total beban usaha melemah ke Rp15,85 miliar dari sebelum itu Rp20,61 miliar. Penurunan ini didorong oleh berkurangnya beban umum dan administrasi menjadi Rp13,05 miliar dari Rp17,19 miliar. Selain itu, beban penjualan dan pemasaran juga terpangkas menjadi Rp2,81 miliar.
Kombinasi antara pertumbuhan penjualan dan efisiensi biaya operasional mendorong laba usaha perseroan meningkat ke Rp102,26 miliar. Angka ini meningkat 19,68% dibandingkan laba usaha kuartal I 2025 sebesar Rp85,45 miliar.
Dari sisi neraca, total aset MARK menyentuh Rp1,08 triliun per 31 Maret 2026. Nilai ini meningkat dibandingkan posisi akhir Desember 2025 sebesar Rp1,02 triliun. Aset lancar tercatat sebesar Rp552,20 miliar, sementara aset tidak lancar sebesar Rp526,91 miliar.
Perseroan juga menunjukkan penguatan struktur keuangan dengan penurunan total liabilitas. Per Maret 2026, liabilitas MARK melemah ke Rp93,90 miliar dari Rp120,12 miliar pada akhir tahun 2025. Penurunan ini terutama dipicu oleh pelunasan utang bank jangka pendek yang menyentuh nihil dari sebelum itu Rp56,52 miliar.
Adapun total ekuitas perseroan naik ke Rp985,21 miliar per 31 Maret 2026. Sebelum itu, pada 31 Desember 2025, ekuitas MARK berada di angka Rp902,63 miliar.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

