PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) membukukan laba periode berjalan sebesar Rp1,11 triliun pada kuartal I 2026. Perolehan ini menyusut 7,41% dibandingkan periode serupa tahun 2025 sebesar Rp1,20 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan interim per 31 Maret 2026, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menyentuh Rp774,66 miliar. Angka ini juga turun 16,49% dibandingkan realisasi Maret 2025 sebesar Rp927,65 miliar.
Total pendapatan Perseroan menyentuh Rp6,45 triliun pada tiga bulan pertama 2026. Nilai tersebut terkoreksi 8,14% dari Rp7,02 triliun pada periode serupa tahun sebelum itu.
Pendapatan tol tetap menjadi kontributor utama. Realisasinya meningkat 9,38% menjadi Rp4,71 triliun dari sebelum itu Rp4,30 triliun. Di sisi lain, pendapatan konstruksi merosot tajam menjadi Rp1,34 triliun, dari posisi Maret 2025 sebesar Rp2,40 triliun. Adapun pendapatan usaha lainnya tercatat sebesar Rp397,61 miliar.
Penurunan pendapatan konstruksi ini memengaruhi beban pokok pendapatan. Emiten pengelola jalan tol ini berhasil menekan beban pokok pendapatan menjadi Rp3,51 triliun. Jumlah ini turun dari sebelum itu Rp4,34 triliun pada kuartal I 2025.
Sementara itu, beberapa pos beban lainnya mengalami kenaikan. Biaya keuangan neto meningkat ke Rp889,43 miliar dari Rp790,81 miliar. Beban umum dan administrasi juga naik ke Rp561,56 miliar dari Rp526,20 miliar.
Dari sisi neraca, JSMR memiliki total aset sebesar Rp160,54 triliun per 31 Maret 2026. Angka ini meningkat tipis 0,34% dibandingkan posisi akhir Desember 2025 sebesar Rp160,00 triliun.
Total liabilitas perusahaan tercatat sebesar Rp97,08 triliun per Maret 2026. Realisasi ini menurun tipis dari posisi Desember 2025 sebesar Rp97,63 triliun. Sementara itu, total ekuitas perusahaan menyentuh Rp63,46 triliun, naik dari sebelum itu Rp62,36 triliun.
Hingga Maret 2026, Perseroan memiliki kas dan setara kas senilai Rp5,81 triliun. Sebagai informasi, perusahaan menggunakan nilai tukar 1 USD setara dengan Rp16.993 pada periode tersebut.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

