PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) atau BFI Finance mencetak laba bersih yang berpotensi diatribusikan kepada pemilik entitas senilai Rp354,35 miliar atau mengalami pelemahan 12,61% secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal I-2026. Penyusutan laba tersebut dipengaruhi peningkatan alokasi pencadangan di tengah langkah kehati-hatian perusahaan saat pembiayaan bermasalah mengalami peningkatan.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan, alokasi pencadangan atau provisi naik 42,37% yoy menjadi sebesar Rp397,63 triliun di akhir Maret 2026. Langkah lebih disiplin itu ikut terpotret dalam rasio pembiayaan bermasalah (non-performing financing/NPF) gross BFIN yang agak naik ke 1,57% pada kuartal I-2026, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang sebesar 1,30%.
Sementara itu demikian, perusahaan tetap ekspansif dengan piutang pembiayaan dikelola (managed receivables) yang menyentuh Rp26,8 triliun, meningkat 5,5% yoy. Dari jumlah tersebut, sebesar 57,8% atau setara Rp15,5 triliun disalurkan untuk pembiayaan modal kerja dari beragam skala usaha.
Dalam keterangan resmi pada Rabu (29/4/2026), pembiayaan baru disampaikan bergerak relatif stabil sebesar Rp5,5 triliun. Presiden Direktur BFI Finance, Sutadi, menjelaskan bahwa penyaluran yang stabil ini mencerminkan resiliensi bisnis perusahaan di tengah ketidakpastian, secara bersamaan menunjukkan konsistensi dalam menerapkan prinsip selektivitas dan disiplin risiko.
โDengan pengalaman BFI Finance yang telah teruji, kami optimistis berpotensi terus menjaga postur risiko yang sehat. Pendekatan selektif dan disiplin berubah menjadi kunci dalam mengantisipasi volatilitas pasar serta menjaga fondasi keberlanjutan bisnis kami,โ ujar Sutadi.
Dari sisi komposisi, pembiayaan kendaraan roda empat, baik refinancing maupun pembelian unit, masih mendominasi dengan porsi senilai 68,1%. Sementara itu, pembiayaan berjaminan roda dua berkontribusi senilai 8,0%, pembiayaan alat berat dan mesin 15,0%, serta pembiayaan beragun properti dan lainnya senilai 8,9%.
Sementara dari aspek pendanaan, emiten multifinance ini mencatta gearing ratio terjaga di level 1,2 kali, jauh di bawah batas maksimum yang ditetapkan regulator. Likuiditas perusahaan juga masih kuat, didukung oleh pengelolaan arus kas yang efektif.
Pada Januari 2026, BFI Finance telah melunasi pokok dan bunga Obligasi Berkelanjutan V Tahap III Tahun 2023 Seri C tepat waktu. Selain itu, lembaga pemeringkat Fitch Ratings Indonesia kembali menekankan peringkat nasional jangka panjang BFI Finance di level โAA-(idn)โ dengan outlook Stabil, mencerminkan tingkat kepercayaan yang baik dari para kreditur dan investor.
โSebagai lembaga keuangan yang independen, kami diproyeksikan terus mengoptimalkan diversifikasi sumber pendanaan serta memperkuat kolaborasi strategis dengan para mitra. Dengan manajemen risiko yang solid, kami optimis berpotensi terus menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,โ tandas Sutadi.
Ringkasnya, editor: Prisma Ardianto
Ringkasnya, follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Ringkasnya, baca Berita Lainnya di Google News
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

