PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF) atau WOM Finance membukukan penurunan laba bersih sebesar 56,94% pada tiga bulan pertama tahun 2026. Perseroan meraup laba periode berjalan Rp27,11 miliar per 31 Maret 2026. Angka ini turun drastis dibandingkan Rp62,96 miliar pada periode serupa tahun 2025.
Berdasarkan laporan keuangan interim per Maret 2026 yang dirilis Selasa, 22 Mei 2026, total pendapatan WOMF sebenarnya masih meningkat tipis 1,63%. Realisasi pendapatan menyentuh Rp548,38 miliar, naik dari Rp539,57 miliar secara year-on-year (yoy).
Kontributor utama pendapatan berasal dari pembiayaan multiguna, modal kerja, dan investasi neto sebesar Rp476,53 miliar. Selain itu, pendapatan bunga bank menyumbang Rp8,16 miliar dan pendapatan administrasi Rp8,14 miliar. Perseroan juga memperoleh pendapatan lain-lain bernilai Rp55,54 miliar.
Penyebab utama penurunan laba yakni kenaikan total beban sebesar 11,85% menjadi Rp513,28 miliar. Pada kuartal I 2025, beban Perseroan hanya Rp458,89 miliar. Reli beban ini dipicu oleh pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai yang melonjak menjadi Rp122,12 miliar, dari sebelum itu Rp97,29 miliar.
Beban umum dan administrasi juga meningkat ke Rp153,36 miliar. Sementara beban gaji dan tunjangan tercatat Rp117 miliar. Beban pendanaan dan keuangan ikut naik ke Rp92,96 miliar dari sebelum itu Rp83,08 miliar.
Dalam surat pernyataan direksi, Manajemen menjamin kebenaran laporan tersebut. โSemua informasi dalam laporan keuangan interim PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk telah dimuat secara lengkap dan benar,โ tulis Ir. Paulus Cholot Janala, Direktur WOMF dikutip Sabtu 923/5/2026). Paulus juga menekankan laporan ini tidak menghilangkan informasi atau fakta material.
Ringkasnya, direktur WOMF lainnya, Cincin Lisa Hadi, menandatangani pernyataan tersebut bersama Paulus. Lisa dan tim manajemen bertanggung jawab penuh atas sistem pengendalian internal perusahaan.
Dari sisi neraca, total aset WOMF per 31 Maret 2026 menyentuh Rp8,78 triliun. Jumlah ini meroket 19,13% dibandingkan posisi Desember 2025 sebesar Rp7,37 triliun. Peningkatan aset didorong oleh kenaikan kas dan setara kas yang meroket menjadi Rp1,95 triliun, dari sebelum itu Rp510,09 miliar.
Total liabilitas Perseroan juga meningkat ke Rp6,81 triliun dari Rp5,39 triliun pada akhir tahun sebelumnya. Sementara itu, total ekuitas WOMF berada di posisi Rp1,97 triliun, sedikit menurun dari Rp1,98 triliun pada Desember 2025.
Terkait rasio keuangan penting, WOMF menjaga kualitas aset dengan rasio pembiayaan bermasalah (Non-Performing Financing/NPF) masih rendah. Rasio NPF neto berada di level 0,95%. Adapun gearing ratio Perseroan tercatat senilai 2,99 kali, masih jauh di bawah batas maksimal regulator senilai 10 kali.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

