Mandiri Sekuritas memproyeksikan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada dalam fase penguatan (bullish) menuju paruh kedua tahun 2026. Pertumbuhan kinerja laba emiten berubah menjadi penopang utama optimisme pasar saham domestik.
Head of Equity Research & Strategy Mandiri Sekuritas, Kresna Hutabarat menerangkan bahwa fundamental kinerja keuangan emiten yang solid menjadi pijakan kuat bagi arah pergerakan indeks hingga akhir tahun.
Menurut Kresna, proyeksi IHSG pada skenario dasar (base case) berada di level 6.800, serta berpotensi meroket lebih tinggi apabila ditopang penurunan equity risk-free rate.
"Yang mendasari proyeksi IHSG kami, di mana kami memproyeksikan bahwa nanti di akhir tahun 2026 IHSG harusnya bisa berkotak di 6.800 dan proyeksi kami secara bull casenya jika memang adanya equity risk-free yang lebih baik, misalkan direfleksi dengan equity risk-free rate yang lebih rendah kembali, itu harusnya bisa ke 7.500 untuk bull casenya," kata Kresna dalam Mandiri Macro & Market Brief Q2-2026 Indonesia Economic Outlook, Kamis (3/9/2026).
Selain IHSG, Mandiri Sekuritas juga mencermati prospek positif pada indeks IDX80 yang dinilai berubah menjadi acuan utama bagi para pengelola dana lokal.
Catatan: pergerakan indeks mencerminkan sentimen pasar jangka pendek. Untuk trader, disiplin pada area support dan risk management tetap menjadi kunci. Untuk investor, pantau market breadth dan saham dengan likuiditas kuat sebelum mengambil posisi.

