Ringkasnya, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) memercayai PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) untuk mengelola Wilayah Kerja (WK) minyak dan gas Nawasena.
Ringkasnya, adapun penandatanganan Kontrak Kerja Sama tersebut telah disampaikan pada ajang Indonesia Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) ke-50 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Rabu 20 Mei 2026.
WK Nawasena mencakup area seluas sekitar 7.031 kmยฒ di daratan dan melepas pantai Provinsi Jawa Timur. Melalui anak usahanya, PT Medco Energi Nawasena, MedcoEnergi bertindak sebagai operator menggunakan skema Production Sharing Contract (PSC) cost recovery.
Seperti diketahui, Nawasena berdekatan dengan wilayah kerja MedcoEnergi yang telah beroperasi, yaitu PSC Sampang dan PSC Madura Offshore, alhasil memungkinkan monetisasi sumber daya Nawasena dengan cepat melalui infrastruktur yang ada.
Ronald Gunawan, Direktur & Chief Operating Officer MEDC dalam keterangan, Kamis 21 Mei 2026, menuturkan, MedcoEnergi menghargai kepercayaan yang diberikan Pemerintah Indonesia dan berkomitmen mengembangkan WK Nawasena secara optimal untuk mendukung ketahanan energi nasional.
Sebelum itu, pada 31 Maret 2026, MECD melalui entitas anak yang sahamnya dimiliki sepenuhnya oleh Perseroan yakni Medco Asia Pacific Limited, telah menandatangani Kontrak Bagi Hasil atau Production Sharing Contract (PSC) Cendramas dengan Petroliam Nasional Berhad (Petronas) pada 31 Maret 2026.
Kontrak bagi hasil (PSC) blok minyak dan gas di melepas pantai Malaysia tersebut akan berlaku efektif mulai 23 September 2026. Medco Asia Pacific Limited akan memiliki 50% hak partisipasi atau participating interest dalam PSC dan bertindak sebagai Operator. (konrad)
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya โ apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

