Ringkasnya, sejumlah analis menilai saham PT Aneka Tambang Tbk (Antam) masih prospektif di masa mendatang. Sebab, fundamental ANTM pada masa depan tergolong solid, terutama ditopang oleh pertumbuhan kinerja segmen emas dan nikel.
Asal tahu saja, kinerja keuangan ANTM pada kuartal I-2026 cukup meyakinkan dengan perolehan laba yang meningkat kuat. Keputusan ANTM untuk menyalurkan dividen tunai tahun buku 2025 yang menyentuh Rp5,04 triliun pembagian dividen juga mencerminkan bahwa arus kas dan profitabilitas perusahaan tergolong sehat.
Meski begitu, tetap saja ANTM adalah emiten yang kinerjanya sangat bergantung pada perkembangan harga komoditas seperti emas, nikel, dan bauksit, serta perkembangan kebijakan regulasi di sektor minerba. Investment Analyst Infovesta Utama, Ekky Topan menyampaikan, prospek ANTM juga masih cukup positif, terutama karena harga emas masih berada di level tinggi dan permintaan emas sebagai safe haven masih kuat.
Terlebih, ada sejumlah sentimen yang bisa mendorong sahamnya antara lain ketidakpastian geopolitik, ekspektasi arah suku bunga global ke depan, serta meningkatnya minat investasi masyarakat terhadap emas. ANTM memang sering berubah menjadi salah satu saham yang diburu ketika harga emas mengalami kenaikan.
Hal ini dikarenakan pasar melihat ANTM sebagai salah satu proxy emas di Bursa Efek Indonesia (BEI), meskipun ANTM bukan pure gold company lantaran masih memiliki eksposur besar terhadap nikel dan bauksit. "Jadi ketika harga emas mengalami kenaikan, investor biasanya langsung mengaitkannya dengan potensi kenaikan pendapatan emas Antam, kenaikan permintaan Logam Mulia, dan potensi perbaikan laba," ungkap Ekky kepada CNBC Indonesia, Jumat (12/6/2026). Walau demikian, investor masih perlu mencermati beberapa risiko dari saham ANTM.
Ringkasnya, pertama, volatilitas harga emas global. Kedua, harga nikel yang masih bisa mempengaruhi kinerja konsolidasi ANTM.
Ketiga, lanjut dia, kebijakan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB), royalti, dan regulasi ekspor juga bisa berubah menjadi tantangan bagi ANTM. Keempat, investor perlu memperhatikan kemampuan ANTM dalam menjaga pasokan emas dan margin penjualan Logam Mulia. "Jadi katalisnya memang positif, tetapi risikonya masih ada karena ini saham komoditas," terang Ekky.
Ringkasnya, lebih lanjut, saham ANTM dipandang Emky masih menarik. Bagi investor yang ingin trading saham ANTM, strategi yang bisa ditempuh adalah buy atau buy on weakness lantaran pergerakan harga saham emiten ini cukup volatil dengan target harga Rp3.000-Rp3.200 per saham dengan target lanjutan atau swing ke area Rp3.350 per saham. "Jika momentum emas dan minat investor masih kuat, target berikutnya bisa mengarah ke Rp3.500-Rp3.600.
Cut loss bisa dipertimbangkan jika harga gagal bertahan di atas area Rp2.500," jelasnya. Dalam kesempatan terpisah, Senior Analis Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta menyampaikan, secara fundamental, ANTM masih memiliki posisi keuangan yang solid.
Hal ini didukung oleh struktur neraca yang sehat dan likuiditas yang kuat. Konsistensi ANTM dalam menyalurkan dividen mencerminkan komitmen perseroan dalam menyalurkan nilai tambah yang optimal bagi para pemegang saham.
Aksi korporasi ini pun menunjukkan arus kas operasional perusahaan berada dalam kondisi yang tangguh. "Ke depannya, profitabilitas Antam akan tetap terjaga berkat efisiensi biaya operasional yang terus dilakukan serta optimalisasi volume produksi pada komoditas inti mereka," ungkap dia. Dari situ, Nafan merekomendasikan akumulasi saham ANTM dengan target harga Rp2.810 hingga Rp3.390 per saham.
Catatan: pastikan Anda mencatat tanggal cum-dividen dan recording date. Harga saham biasanya menyesuaikan (turun) pada ex-date sebesar nilai dividen. Selalu verifikasi tanggal pembayaran melalui keterbukaan informasi di IDX.

