Ringkasnya, pT Menthobi Karyatama Raya Tbk (MKTR) menargetkan produksi tandan buah segar (TBS) sebanyak 336.400 ton sepanjang tahun 2026.
Produksi minyak sawit alias crude palm oil (CPO) sebesar 73.292 ton dan Palm Kernel diproyeksi menyentuh 15.031 ton di tahun 2026.
Sepanjang 2026, penjualan MKTR pun diperkirakan menyentuh Rp1,390 triliun.
Direktur Keuangan & Investasi PT Menthobi Karyatama Raya Tbk Wawan Sulistyawan menuturkan MKTR optimistis bahwa industri kelapa sawit nasional akan melanjutkan pertumbuhan yang positif pada sepanjang 2026.
Ringkasnya, baca Juga: Tokenisasi Emas hingga Stablecoin Berpeluang Meluncur, Industri Tunggu Aturan OJK
“Perseroan diproyeksikan masih fokus pada strategi yang telah ditetapkan mulai dari optimalisasi aset dan peningkatan kapasitas produksi hingga penciptaan nilai tambah melalui berbagai inovasi berbasis green industry,” ujarnya dalam Public Expose PT Menthobi Karyatama Raya Tbk, Rabu (10/6/2026).
Meskipun begitu, MKTR tetap menjalankan mitigasi risiko atas berbagai potensi tantangan di industri pada tahun berjalan. Antara lain gejolak perekonomian akibat dinamika geopolitik global, faktor iklim dan cuaca dengan kemungkinan terjadinya El Nino mulai awal semester kedua, serta tantangan teknis lainnya.
Ringkasnya, wawan bilang, sebagai bagian dari inovasi berbasis ramah lingkungan, MKTR telah menghasilkan produk ramah lingkungan yang diolah dari tankos menghasilkan pupuk organik dengan merek dagang GreenGrow.
“Sebagai pionir pupuk organik berbahan baku produk samping kelapa sawit, MKTR diproyeksikan terus meningkatkan kualitas serta produktivitas GreenGrow yang berpotensi mendukung ketahanan pangan nasional,” katanya.
Sebagai gambaran, produksi CPO MKTR tercatat meningkat 15,30% year on year (YoY) pada kuartal I 2026 menjadi 18.588 ton dibandingkan 16.121 ton pada periode sama tahun sebelum itu.
Baca Juga: Kabar Baik! Rupiah Ditutup Terangkat ke Rp17.944 Per Dolar AS Hari Ini (10/6),
Peningkatan juga berlangsung pada produksi inti kelapa sawit (Palm Kernel/PK) sebesar 13,10% YoY diikuti kenaikan Crude Palm Kernel Oil (CPKO) menjadi 1.619 ton dibandingkan 1.536 ton serta Palm Kernel Oil (PKO) yang meningkat dari 1.746 ton menjadi 1.897 ton.
Seiring dengan situasi tersebut, maka pada kuartal I 2026 MKTR membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 20,25% YoY menjadi sebesar Rp322,801 miliar dibandingkan Rp267,674 miliar pada periode sama tahun sebelum itu.
Laba sebelum pajak penghasilan meningkat 35,6% berubah menjadi Rp15,018 miliar pada tiga bulan pertama 2026 ini dibandingkan Rp11,069 miliar.
Alhasil, kenaikan laba bersih tercatat senilai 40,88% YoY berubah menjadi Rp8,733 miliar pada kuartal I 2026 dibandingkan Rp6,199 miliar pada kuarta I 2025.
Tinjau Berita dan Artikel yang lain di Google News
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

