PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) menggalang dana jumbo dengan meluncurkan dan menawarkan obligasi berkelanjutan I tahap IV tahun 2026 berjumlah pokok sebesar Rp5 triliun.
Obligasi yang dirilis anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) ini adalah bagian dari penawaran umum berkelanjutan (PUB) obligasi berkelanjutan I dengan target dana yang akan dihimpun sebesar Rp16 triliun.
Kali ini, obligasi yang ditawarkan terdiri dari tiga seri yaitu A, B, dan seri C. Untuk seri A, emiten berkode saham MBMA tersebut menawarkan dengan jumlah pokok senilai Rp2,53 triliun dengan bunga senilai 7,5% berjangka waktu 367 hari.
Sementara, jumlah pokok yang ditawarkan pada seri B senilai Rp1,78 triliun dengan bunga senilai 9% dan jumlah pokok untuk seri C ditawarkan senilai Rp678 miliar dengan tingkat bunga senilai 9,25%.
โBunga obligasi dibayarkan setiap triwulan di mana bunga obligasi pertama akan dibayarkan pada 8 Agustus 2026. Sementara bunga obligasi terakhir secara bersamaan pelunasan obligasi akan dibayarkan pada 15 Mei 2027 untuk obligasi seri A, 8 Mei 2029 untuk obligasi seri B, dan 8 Mei 2031 untuk obligasi seri C.
Pelunasan pokok obligasi masing-masing akan digelar secara penuh (bullet payment) pada saat jatuh tempo,โ tulis manajemen MBMA dalam prospektus, Rabu (6/5/2026).
Selain menawarkan obligasi, MBMA juga meluncurkan sukuk mudharabah berkelanjutan I tahap IV tahun 2026 dengan total dana sebesar Rp622 miliar. Penawaran sukuk ini adalah bagian dari PUB sukuk mudharabah berkelanjutan I dan target dana yang akan dihimpun sebesar Rp4 triliun.
Berbeda dengan obligasi, MBMA hanya menawarkan sukuk dalam dua seri yaitu seri A dengan jumlah dana senilai Rp522 miliar dan seri B dengan jumlah dana sukuk senilai Rp100 miliar. Besaran nisbah untuk seri A senilai 8,61% dan 9,25% untuk nisbah seri B.
Sesuai rencana, seluruh dana yang didapat dari hasil penawaran umum sukuk mudharabah setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan MBMA untuk mendukung keberlanjutan kegiatan usaha yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah di pasar modal.
Detailnya,โขsebesar Rp213,3 miliar akan digunakan MBMA untuk membayar seluruh kewajiban perseroan dalam rencana pembayaran kembali seluruh jumlah pokok modal sukuk mudharabah berkelanjutan I tahap I tahun 2025 seri A yang jatuh tempo pada 15 Juli 2026.
โSisanya untuk keperluan korporasi umum perseroan lainnya, termasuk sementara itu tidak terbatas pada kebutuhan modal kerja seperti biaya karyawan, biaya jasa profesional, dan biaya pajak,โ beber manajemen.
Ringkasnya, aksi penghimpunan dana ini dijadwalkan berlaku efektif mulai 30 Juni 2026. Masa penawaran umum berlangsung pada 6 Mei 2026; tanggal penjatahan pada 7 Mei 2026; tanggal pengembalian uang pemesanan dan tanggal distribusi secara elektronik pada 8 Mei 2026 dan tanggal pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 11 Mei 2026.
MBMA telah menunjuk sejumlah sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi dan penjamin emisi obligasi dan sukuk mudharabah mulai dari PT Indo Premier Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, PT Sucor Sekuritas, PT Aldiracita Sekuritas Indonesia, PT Bahana Sekuritas, PT CIMB Niaga Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas. Sementara bertindak sebagai wali amanat adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk.
Ringkasnya, editor: Muawwan Daelami
Ringkasnya, follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Ringkasnya, baca Berita Lainnya di Google News
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

