Saham telekomunikasi PT Indosat Tbk (ISAT) meroket pada Rabu (12/8/2026), tersengat optimisme investor terhadap prospek bisnis infrastruktur kecerdasan buatan (AI) perseroan, meski proyek tersebut masih menghadapi risiko pendanaan, utilisasi, dan oversupply kapasitas AI.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 09.20 WIB, saham ISAT meroket 8,84 persen ke Rp2.330 per unit. Nilai transaksi menyentuh Rp42,17 miliar dan volume perdagangan 18,46 juta saham.
Dalam sepekan, saham ISAT meningkat 17,59 persen dan dalam sebulan melonjak 28,57 persen.
Langkah ISAT masuk ke bisnis infrastruktur kecerdasan buatan (AI) berpotensi berubah menjadi katalis baru bagi kinerja perseroan, tetapi juga membawa risiko besar jika kapasitas yang dibangun tidak terserap pasar.
JPMorgan menilai platform infrastruktur AI baru Indosat dapat menyalurkan tambahan laba per saham (EPS) dua digit dalam skenario bullish. Sementara itu, oversupply infrastruktur AI dan tekanan harga dapat berujung pada penurunan nilai bagi pemegang saham.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

