PT Mayora Indah Tbk (MYOR) membukukan laba bersih sebesar Rp946 miliar pada kuartal I-2026, meningkat 37 persen dibandingkan periode serupa tahun sebelum itu Rp689,4 miliar.
Sementara pendapatan MYOR justru mengalami penurunan sekitar 5 persen berubah menjadi Rp9,4 triliun dengan margin laba kotor di level 26,6 persen.
Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan Selasa (28/4/2026), beban usaha tak berubah dari periode serupa tahun sebelum itu yakni Rp1,31 triliun. Sementara itu, laba usaha meningkat ke Rp1,17 triliun dari Rp846,19 miliar pada kuartal I-2025.
Ringkasnya, adapun penurunan pendapatan dipengaruhi oleh pergeseran periode Lebaran, di mana penjualan yang biasanya tercatat pada kuartal I-2026 bergeser lebih awal ke kuartal IV-2025.
Selain itu, durasi pembatasan operasional angkutan truk selama Lebaran yang lebih panjang dibandingkan tahun sebelum itu turut menekan distribusi dan penjualan.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

