PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) membukukan penurunan kinerja keuangan pada tiga bulan pertama tahun 2026. Emiten pengolahan daging ini membukukan laba bersih sebesar Rp21,15 miliar (Rp2,60 per saham) pada kuartal I 2026. Angka ini merosot 51,4% jika dibandingkan laba bersih Rp43,55 miliar (Rp6,06 per saham) pada periode serupa tahun 2025.
Menurut laporan keuangan per Maret 2026 yang dirilis Selasa (29/4/2026), penurunan laba ini sejalan dengan amblasnya penjualan neto Perseroan. BEEF membukukan penjualan sebesar Rp1,27 triliun pada kuartal I 2026. Realisasi itu terjungkal 46,3% dari Rp2,37 triliun pada kuartal I 2025.
Berdasarkan segmen operasi, kontributor utama pendapatan berasal dari divisi distribusi dan penjualan yang menyumbang Rp1,27 triliun. Sementara itu, divisi pengolahan makanan menyalurkan kontribusi sebesar Rp5,79 miliar.
Seiring penurunan penjualan, beban pokok penjualan juga ikut terpangkas 48,1% menjadi Rp1,17 triliun dari Rp2,25 triliun pada tahun sebelum itu. Alhasil, laba kotor Perseroan terkoreksi 12,5% menjadi Rp103,26 miliar dibandingkan Rp118,06 miliar pada kuartal I 2025.
Di sisi lain, beban usaha Perseroan justru mengalami kenaikan sebesar 9,9% menjadi Rp48,99 miliar. Kenaikan ini dipicu oleh reli beban penjualan dan pemasaran yang menyentuh Rp26,47 miliar, naik tajam dari Rp15,40 miliar pada periode serupa tahun sebelumnya.
Manajemen berhasil menjalankan efisiensi pada pos beban umum dan administrasi. Pos ini melemah ke Rp22,53 miliar dari sebelum itu Rp29,16 miliar. Meski demikian, laba usaha BEEF tetap tergerus 26,17% menjadi Rp54,26 miliar dari Rp73,50 miliar pada kuartal I 2025.
Perseroan juga membukukan beban lain-lain neto sebesar Rp29,93 miliar. Angka ini melonjak dari beban lain-lain kuartal I 2025 yang sebesar Rp17,37 miliar.
Dari sisi neraca keuangan, total aset BEEF tercatat sebesar Rp2,20 triliun per 31 Maret 2026. Jumlah ini menyusut 6,76% dibandingkan total aset per 31 Desember 2025 bernilai Rp2,36 triliun.
Total liabilitas Perseroan juga mengalami penurunan menjadi Rp1,79 triliun dari Rp1,97 triliun pada akhir tahun 2025. Sementara itu, ekuitas BEEF meningkat menjadi Rp412,23 miliar dari Rp391,07 miliar pada Desember 2025.
Sebagai informasi, BEEF menggunakan mata uang Rupiah sebagai mata uang pelaporan. Untuk transaksi mata uang asing, Perseroan menggunakan kurs tengah Bank Indonesia per 31 Maret 2026 senilai Rp16.993 per 1 USD.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

