Emiten produsen makanan ringan dan makanan dasar, PT FKS Food Sejahtera Tbk (Perseroan/AISA), resmi mengumumkan langkah ekspansi internasional terbaru. Melalui anak usahanya yang dimiliki senilai 99,99%, PT Balaraja Bisco Paloma (BBP), Perseroan mengambil alih 100% kepemilikan saham pada perusahaan distributor asal Tiongkok, Enerfo (Shanghai) Trading Co.
Ltd. Transaksi ini ditandatangani melalui Shares Sale and Purchase Agreement pada 2 Juni 2026 dengan nilai akuisisi disepakati sebesar RMB 41.000 atau setara Rp98.000.000,- Langkah strategis ini diambil demi menyalurkan AISA pengendalian penuh secara langsung atas jalur distribusi di Negeri Tirai Bambu.
Sebelum akuisisi, Enerfo Shanghai bertindak sebagai sole distributor produk AISA di Tiongkok, sementara itu berada di bawah kendali Enerfo Singapore yang terafiliasi. Akibatnya, manajemen AISA sebelum itu tidak memiliki kendali langsung atas aspek-aspek vital seperti strategi penentuan harga (pricing), penguatan merek (branding), hingga strategi pemasaran di pasar domestik Tiongkok.
Dengan pengambilalihan ini, Direksi AISA optimis berpotensi mengintegrasikan pengelolaan strategi bisnis luar negeri demi mengoptimalkan margin dan daya saing produk. Manajemen membidik Tiongkok karena memiliki basis konsumen yang sangat besar serta tingkat konsumsi yang terus bertumbuh.
Penetrasi pasar yang lebih luas ini diharapkan mampu mendorong peningkatan pendapatan ekspor Perseroan secara berkelanjutan dalam jangka panjang. Berdasarkan proyeksi keuangan manajemen, performa bisnis pasca-transaksi ini akan menyalurkan dampak positif secara inkremental bagi kinerja konsolidasian AISA.
Pendapatan dari penjualan di Tiongkok diproyeksikan meningkat dengan rata-rata sekitar 0,67% per tahun. Sementara itu, laba bersih konsolidasian Perseroan diasumsikan mulai membukukan kenaikan pada tahun ketiga setelah rencana transaksi ini efektif berjalan.
Meski demikian, analisis keuangan proforma per 31 Desember 2025 menunjukkan adanya penurunan jangka pendek pada rasio ROA, ROE, dan rasio margin AISA. Hal tersebut dipicu oleh kenaikan pos aset dan ekuitas yang dibarengi dengan performa laba kotor Enerfo Shanghai yang kini masih tercatat negatif.
Sementara itu secara keseluruhan, total aset konsolidasian AISA diproyeksikan meningkat rata-rata 2,13% per tahun, dengan arus kas bersih naik berkisar antara 0,19% hingga 7,57%. Manajemen menekankan bahwa transaksi ini adalah Transaksi Afiliasi yang bebas dari benturan kepentingan, serta bukan termasuk transaksi material karena nilainya tidak melebihi 20% ekuitas Perseroan.
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya โ apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

