PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) baru saja menambah investasi pada anak usahanya. Emiten pengelola merek Cimory ini menyuntikkan modal kepada PT Macroprima Panganutama (MP). Nilai transaksi tersebut menyentuh Rp375 miliar. Aksi korporasi ini dilakukan secara bertahap pada 30 Juni 2026.
Manajemen CMRY menjelaskan suntikan dana ini bertujuan untuk memperkuat operasional anak usaha. Dana tersebut diproyeksikan digunakan untuk mendukung penambahan kapasitas fasilitas produksi MP. Selain itu, modal ini juga dimanfaatkan sebagai tambahan modal kerja.
Cimory adalah pemegang saham pengendali pada MP. Perseroan tercatat memiliki kepemilikan saham sebesar 99,99% di perusahaan tersebut.
Transaksi ini termasuk dalam kategori transaksi afiliasi. Sementara itu, aksi ini dikecualikan dari kewajiban tertentu berdasarkan peraturan OJK. Hal ini karena CMRY memiliki saham pada MP lebih dari 99%.
Sekretaris Perusahaan PT Cisarua Mountain Dairy Tbk, Dinar Primasari menjelaskan dampak dari penambahan modal ini. Dinar mengungkap tidak ada perubahan pengendalian pada perseroan.
โTransaksi ini tidak mengakibatkan perubahan pengendalian Perseroan, Perseroan tetap adalah pemegang saham pengendali dengan kepemilikan sebesar 99,99% pada MP. Selain itu, transaksi ini tidak menyalurkan dampak material terhadap kondisi keuangan, kegiatan operasional, maupun kelangsungan usaha Perseroan,โ ujar Dinar, dalam keterbukaan informasi dikutip Kamis (2/7/2026).
Ringkasnya, direksi dan Dewan Komisaris CMRY memastikan transaksi ini bersih dari kepentingan pribadi. Tidak ada benturan kepentingan dalam penyuntikan modal tersebut.
Aksi korporasi ini diharapkan menyalurkan nilai tambah dalam jangka panjang. Peningkatan kinerja anak usaha dipercaya akan memperkuat kondisi finansial CMRY secara keseluruhan. Seluruh informasi penting terkait transaksi ini telah disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

