Ringkasnya, buana Graha Utama, pemegang saham pengendali PT Multi Indocitra Tbk (MICE) berupaya mempertahankan kendali atas emiten tersebut. Hal itu dilakukan dengan menambah porsi kepemilikan saham Perusahaan distribusi produk bayi tersebut.
Tercatat, Buana Graha Utama kembali membeli beberapa lembar saham MICE pada 29 Juni 2026. Langkah ini bertujuan untuk menambah investasi secara bersamaan mempertahankan pengendalian atas Perusahaan distributor produk bayi dan ibu hamil tersebut
Berdasarkan laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikan Manajemen Perseroan ke BEI, Rabu 1 Juli 2026, setelah transaksi tersebut, Buana Graha Utama menggenggam saham MICE sebanyak 290.440.518 unit atau 48,4068%. Kepemilikan Buana Graha Utama tersebut relative hamper tibah berubah dibending sebelum itu 290.438.118 unit atau 48,4064% saham.
Pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Rabu 1 Juli 2026, saham MICE tercatat stagnan di level Rp494 per unit. Jika dibandingkan antara harga 2 Juni 2026 senilai Rp500 per unit terhadap penutupan kemarin, maka saham emiten distributor produk kebutuhan bayi dan ibu hasil ini telah mengalami pelemahan senilai 1,2%.
Dari sisi kinerja keuangan, MICE membukukan pendapatan sebesar Rp329,71 miliar pada kuartal I 2026, meningkat 35,39% dari Rp243,52 miliar pada periode sama 2025. Meski pendapatan meningkat, laba bersih Perseroan justru terjungkal 74,13% menjadi Rp1,05 miliar pada kuartal I 2026.
Manajemen Perseroan bertekad untuk mendorong profitabilitas dengan antara lain menjalankan penyesuaian harga pada sejumlah produk tertentu Perseroan.
PT Multi Indocitra Tbk (MICE) adalah perusahaan yang didirikan pada 11 Januari 1990 sebagai perusahaan distribusi, terutama untuk produk bayi. Kini Perseroan telah merambah usahanya ke produk untuk ibu hamil dan menyusui, produk perawatan kulit, dan produk rumah tangga.
Ringkasnya, beberapa merek Perseroan terkenal adalah Pigeon dan Lock&Lock. Perusahaan juga mengembangkan marketplace bernama BabyPapaya.id pada tahun 2017.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

