PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) atau Ultra Voucher optimistis tren pertumbuhan pengguna dan transaksi pada segmen Business-to-Consumer (B2C) diproyeksikan terus melaju pesat. Potensi tersebut ditopang oleh penetrasi pasar yang masih sangat terbuka luas serta ekspansi fitur pertukaran poin (point exchange) pada platform pihak ketiga.
Ringkasnya, direktur Ultra Voucher, Riky Boy H Permata menjelaskan, aktivitas dan transaksi pengguna pada aplikasi B2C perseroan menunjukkan tren peningkatan yang konsisten, baik dari sisi demografi maupun jumlah pengguna aktif harian.
"Secara penggunaan atau tren daripada user di aplikasi B2C kita itu selalu meningkat dari sisi jumlah usernya, dari sisi jumlah aktif usernya, dan juga dari sisi demografinya karena kita memiliki big data di mana end user-end user kita secara KYC itu memiliki data-data berlokasi di Jakarta, Surabaya, Jawa Timur, Medan, dan lainnya. Alhasil penggunaan di luar Jakarta setiap bulannya itu juga selalu meningkat," ujar Riky dalam Public Expose Live 2026, Kamis (10/9/2026).
Riky menekankan jumlah pengguna aplikasi Ultra Voucher yang kini berada di kisaran 900 ribu masih membuka ruang pertumbuhan yang amat besar jika dibandingkan dengan total populasi Indonesia. Capaian peningkatan laba bersih hingga 600 persen pada semester I-2026 menjadi cerminan dari besarnya ceruk pasar yang berhasil digarap perseroan.
"Ditambah kembali, dengan jumlah user kita yang masih 900 ribu, size daripada jumlah penduduk Indonesia yang 300 juta penduduk, ini masih sangat jauh. Alhasil tren atau loop terhadap peningkatan dari revenue kita masih sangat besar sekali ke depannya. Dan itu yang berlangsung di tahun berjalan kita secara laba bersih, kita meningkat 600 persen peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya," kata dia.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

