Manajemen PT Pulau Subur Tbk (PTPS) melaporkan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) per 30 Juni 2026. Hingga periode tersebut, Perseroan telah menggunakan dana sebesar Rp60,13 miliar atau sekitar 70,6% dari total hasil bersih IPO yang menyentuh Rp85,13 miliar.
Berdasarkan laporan yang disampaikan Manajemen PTPS kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis 16 Juli 2026, dana IPO yang telah direalisasikan digunakan untuk pembangunan pabrik kelapa sawit (PKS) senilai Rp35,50 miliar dan modal kerja senilai Rp24,63 miliar.
Sesuai prospektus, PTPS mengalokasikan masing-masing senilai 50% dana hasil IPO untuk pembangunan PKS dan modal kerja, atau masing-masing senilai Rp42,57 miliar.
Dengan demikian, hingga akhir Juni 2026, realisasi penggunaan dana untuk pembangunan PKS telah menyentuh sekitar 83,4% dari alokasi yang direncanakan. Sementara penggunaan dana untuk modal kerja telah terealisasi sekitar 57,9% dari target.
Kini, Perseroan masih menyimpan sisa dana IPO sebesar Rp25 miliar. Dana tersebut ditempatkan dalam bentuk giro pada Bank BNI dengan tingkat bunga 1,84% per tahun.
Sebagai informasi, PTPS memperoleh dana bruto IPO sebesar Rp89,10 miliar setelah menjual saham ke publik pada 29 September 2023. Setelah dikurangi biaya emisi sebesar Rp3,97 miliar, Perseroan mengantongi dana hasil bersih penawaran umum sebesar Rp85,13 miliar.
Selain itu, Perseroan juga menerima dana hasil pelaksanaan waran sebesar Rp3,24 juta dari konversi 14.856 waran PTPS-W yang diterbitkan pada 9 Oktober 2023. Dana hasil konversi waran tersebut telah digunakan seluruhnya sesuai rencana alhasil tidak terdapat sisa dana.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

