PT Antam Tbk (ANTM) memiliki sejumlah katalis positif yang dapat mendorong peningkatan kinerja tahun berjalan. Muncul ramalan baru saham ANTM, dengan kenaikan target harga.
Antam (ANTM) memperkirakan adanya pemulihan pada segmen emas tahun berjalan, dengan proyeksi volume penjualan emas meningkat 7% yoy menjadi 40 ton.
Hal itu berencana didukung oleh tarif ekspor emas sebesar 7,5-8,5% yang mendorong penjualan emas di dalam negeri, serta kembalinya produksi PT Freeport Indonesia (PTFI) dengan target pengiriman 26 ton kepada Antam.
Emiten berkode saham ANTM tersebut juga telah mengamankan kuota Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) โ dokumen persetujuan produksi tambang dari pemerintah โ untuk bijih nikel sebesar 18,1 juta wmt untuk tahun berjalan, meningkat dari realisasi produksi 2025 yang sebesar 16,1 juta wmt.
โMeskipun kenaikan harga minyak mentah berpotensi meningkatkan biaya produksi, harga bijih nikel laterit premium dengan kadar 1,6% sebesar US$ 73/wmt (+40% yoy) dapat menyalurkan bantalan yang cukup signifikan,โ tulis analis MNC Sekuritas, Raka Junico W dalam risetnya, yang dikutip pada Rabu (29/4/2026).
MNC Sekuritas memproyeksikan laba bersih ANTM naik 24,4% yoy menjadi Rp9 triliun pada 2026. Hal itu berencana disokong oleh peningkatan pendapatan sebesar 33,3% yoy menjadi Rp112,5 triliun.
โPenjualan emas diestimasi masih berubah menjadi kontributor utama pendapatan ANTM sekitar 80%, dengan pertumbuhan yang kuat senilai 34,3% yoy,โ ungkap Raka.
Pertumbuhan itu berencana ditopang oleh kombinasi peningkatan volume penjualan sebesar 7% yoy serta kenaikan harga lepas rata-rata (average selling price/ASP) sebesar 23,5% yoy.
Ringkasnya, editor: Jauhari Mahardhika
Ringkasnya, follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Ringkasnya, baca Berita Lainnya di Google News
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

