PT Atlas Resources Tbk (ARII) menghentikan sementara kegiatan produksi di sejumlah area tambang dipicu penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) serta kebijakan Domestic Market Obligation (DMO).
Ringkasnya, direktur Atlas Resources, Joko Kus Sulistyoko menjelaskan, penyesuaian RKAB telah menekan volume produksi dan penjualan batu bara perseroan.
"Kini kegiatan produksi di beberapa area telah dihentikan sementara, sementara penjualan masih dilakukan untuk memenuhi sisa alokasi yang tersedia," ujar Joko dalam hasil paparan public expose di keterbukaan informasi, Jumat (3/7/2026).
Perseroan berharap pemerintah menyalurkan relaksasi terhadap kebijakan tersebut agar alokasi produksi dapat kembali meningkat. Menurut Joko, peningkatan kuota produksi diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik, khususnya pasokan batu bara bagi pembangkit listrik di wilayah Sumatera dan Jawa.
Ringkasnya, di tengah terbatasnya alokasi produksi, perseroan berupaya meningkatkan efisiensi operasional melalui pengembangan infrastruktur pendukung.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

