PT Buma Internasional Grup Tbk (DOID) atau Buma International Group membukukan rugi bersih sebesar USD24 juta pada kuartal I-2026. Jumlah ini turun 66 persen jika dibandingkan dengan rugi bersih sebesar USD70 juta pada kuartal I-2025.
Penurunan rugi bersih tersebut mencerminkan pemulihan EBITDA serta tiga faktor non-operasional yang mendukung, yaitu keuntungan senilai USD12 juta dari optimisasi portofolio ACG yang masih berjalan melalui penjualan aset lahan, penurunan kerugian investasi dari 29Metals senilai USD12 juta, serta tidak berulangnya pencadangan piutang di Australia senilai USD4 juta yang dicatat pada kuartal I-2025.
"Pencapaian ini tetap terjaga di kuartal yang secara musiman adalah periode dengan curah hujan tertinggi dan paling menantang sepanjang tahun," ujar Direktur Buma International Group Iwan Fuad Salim dalam keterbukaan informasi BEI, Minggu (31/5/2026).
Pendapatan DOID tercatat senilai USD318 juta, mengalami pelemahan 10 persen YoY, sejalan dengan portofolio aktif yang lebih kecil.
EBITDA meningkat 98 persen YoY menjadi USD28 juta dari USD14 juta pada kuartal I-2025, dengan margin EBITDA naik ke 11 persen dari 5 persen pada kuartal I-2025.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

