PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk (TAMU) berhasil menekan angka kerugian secara signifikan sepanjang tahun buku 2025. Perseroan membukukan rugi bersih periode berjalan sebesar USD 1,61 juta pada 2025.
Angka ini susut hingga 78,23% jika dibandingkan dengan rugi bersih tahun 2024 yang menyentuh USD 7,39 juta. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang dirilis di Jakarta, rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar USD 1,61 juta, jauh lebih rendah dari tahun sebelum itu sebesar USD 7,39 juta.
Penurunan rugi yang tajam ini didorong oleh efisiensi besar-besaran pada pos beban pokok pendapatan. Sepanjang 2025, beban pokok pendapatan TAMU turun drastis 70,44% menjadi USD 2,13 juta dari sebelum itu USD 7,22 juta pada 2024. Efisiensi ini terutama berasal dari penurunan biaya penyusutan dan biaya sewa kapal.
Berkat efisiensi tersebut, TAMU berhasil membalikkan kondisi rugi kotor menjadi laba kotor sebesar USD 2,39 juta pada 2025. Padahal, pada 2024 perusahaan masih membukukan rugi kotor sebesar USD 2,14 juta.
Dari sisi pendapatan, TAMU membukukan pendapatan usaha senilai USD 4,52 juta pada 2025. Perolehan ini mengalami pelemahan 10,87% secara year-on-year (yoy) jika dibandingkan dengan pendapatan tahun 2024 yang senilai USD 5,08 juta.
Kontributor utama pendapatan Perseroan berasal dari jasa penyewaan kapal (charter hire) bernilai USD 4,06 juta. Selain itu, pendapatan jasa catering menyumbang USD 342,4 ribu dan jasa demobilisasi sebesar USD 106,4 ribu. PT Pertamina Hulu Energi Oses menjadi pelanggan terbesar dengan kontribusi pendapatan menyentuh USD 3,41 juta.
Manajemen TAMU juga berhasil menekan beban usaha. Beban umum dan administrasi melemah ke USD 595,4 ribu dari sebelum itu USD 944,4 ribu. Alhasil, Perseroan mampu mencetak laba usaha sebesar USD 1,79 juta pada 2025, berbanding terbalik dengan rugi usaha USD 3,09 juta pada 2024.
Meski demikian, kinerja laba bersih masih tertekan oleh beban lain-lain neto sebesar USD 3,77 juta. Di dalamnya termasuk beban bunga pinjaman bank yang menyentuh USD 729,6 ribu.
Terkait posisi neraca, total aset TAMU per 31 Desember 2025 naik 7,35% menjadi USD 37,10 juta dari posisi akhir 2024 sebesar USD 34,56 juta. Kenaikan aset didorong oleh pertumbuhan aset lancar, terutama piutang pihak berelasi yang meroket menjadi USD 9,27 juta dari USD 4,53 juta.
Adapun jumlah liabilitas Perseroan tercatat meningkat ke USD 20,16 juta pada 2025 dari USD 16,01 juta di tahun sebelum itu. Sementara itu, total ekuitas TAMU tercatat sebesar USD 16,94 juta, sedikit menurun dari posisi 2024 yang sebesar USD 18,55 juta.
Laporan keuangan ini telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Djoko, Sidik & Indra dengan opini wajar dalam semua hal yang material. Auditor menyalurkan catatan khusus terkait piutang dan utang lain-lain dari pihak berelasi yang mewakili masing-masing 25% dari total aset dan 26% dari total liabilitas sebagai Hal Audit Utama.
Ringkasnya, dalam surat pernyataan direksi, Direktur Utama TAMU, Kardja Rahardjo, bersama Direktur Edi Purwanto, menyatakan bertanggung jawab penuh atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan tersebut. โInformasi dalam laporan keuangan konsolidasian telah dimuat secara lengkap dan benar,โ tegas Kardja dalam dokumen tersebu
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

