Ringkasnya, perdagangan saham nominal baru Rp5 PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) di pasar regular dan negosiasi Bursa Efek Indonesia atau BEI dimulai pada tanggal 16 Juli 2026. Adapun akhir perdagangan saham nominal lama di seluruh pasar pada 15 Juli 2026. Demikian disampaikan oleh Yuni Pattinasarani Corporate Secretary RAJA, Jumat 10 Juli 2026.
Sebelum itu, RAJA telah memperoleh persetujuan pemegang saham untuk menjalankan pemecahan nilai nominal saham (stock split) RAJA, dari Rp25 menjadi Rp5 per saham (1:5) dalam RUPS pada tanggal 23 Juni 2026. Setelah stock split tersebut, jumlah saham beredar RAJA pun naik ke 21.135.412500 unit dari sebelum itu sebanyak 4.227.082.500 unit.
Menurut Yuni, alasan Perseroan menjalankan pemecahan nominal saham atau stock split karena harga saham RAJA kini dinilai relatif tinggi. Kondisi tersebut menyebabkan nilai pembelian untuk 1 (satu) lot saham Perseroan menjadi kurang terjangkau bagi sebagian kecil investor. Hal ini akan berdampak pada keterbatasan likuiditas perdagangan saham Perseroan.
Selain itu, papar Yuni, pemecahan nominal saham RAJA juga bertujuan untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham Perseroan. Dengan stock split diharapkan dapat meningkatkan frekuensi dan volume transaksi saham alhasil likuiditas saham RAJA menjadi lebih baik di BEI.
Ringkasnya, yuni menjelaskan, pemecahan nominal saham RAJA berpotensi untuk meningkatkan keterjangkauan harga saham bagi investor. Pasalnya, dengan penurunan harga nominal per saham membuat harga saham Perseroan lebih terjangkau, khususnya bagi investor ritel.
Selain itu, stock split juga dimaksudkan untuk memperluas basis pemegang saham Perseroan. Dengan harga saham yang lebih terjangkau, Perseroan berharap adanya peningkatan partisipasi investor, alhasil jumlah pemegang saham menjadi lebih luas dan beragam
Di samping itu, stock split diproyeksikan mendukung terciptanya perdagangan saham yang lebih teratur, wajar, dan efisien. Peningkatan likuiditas dan partisipasi investor diharapkan berpotensi mendukung terciptanya mekanisme perdagangan saham yang mencerminkan kondisi pasar yang lebih teratur, wajar, dan efisien sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang pasar modal.
Pada perdagangan di BEI, Jumat 10 Juli 2025, saham RAJA tercatat turun 1,15% menjadi Rp4.300 per unit, dibanding penutupan sehari sebelum itu di Rp4.350 per unit. Selama periode sepekan, saham RAJA naik 10,4%. Jika dibandingkan antara harga penutupan 10 Juni 2026 sebesar Rp3.590 terhadap penutupan Kamis kemarin, saham RAJA telah meningkat 21,16%.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

