Ringkasnya, pT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) dikabarkan tengah mempertimbangkan aksi penggalangan dana melalui penerbitan depositary receipts di Bursa Hong Kong. Rencana tersebut masih dalam tahap pembahasan dan belum ada kepastian mengenai nilai maupun waktu pelaksanaannya.
Ringkasnya, melansir Bloomberg, Senin (7/8/2026), langkah MBMA tersebut mengikuti sejumlah perusahaan tambang Indonesia yang mulai mempertimbangkan pasar modal Hong Kong sebagai alternatif pendanaan di tengah kondisi likuiditas dan kinerja pasar saham domestik yang kurang menarik.
Sebelum itu, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), yang juga adalah bagian dari grup PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), telah menghimpun sekitar HKD2,4 miliar atau sekitar USD306 juta melalui penawaran Hong Kong depositary receipts pada Juni 2026.
MBMA sendiri adalah salah satu produsen nikel besar di Indonesia dengan aset tambang dan fasilitas pengolahan di Sulawesi.
Saham MBMA tercatat terkoreksi sekitar 10,5 persen sepanjang tahun berjalan, di tengah tekanan harga logam dan kenaikan biaya sulfur yang digunakan dalam produksi nikel kelas baterai.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

