PT Ekadharma International Tbk (EKAD) berencana menyalurkan dividen tunai dari laba bersih tahun buku 2025.
Ringkasnya, keputusan tersebut telah disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Pertemuan ini berlangsung pada 22 Mei 2026 lalu.
โMenyetujui penggunaan laba bersih Perseroan tahun buku 2025 senilai Rp31.444.875.000 atau senilai 59% dibagikan sebagai dividen tunai,โ tulis risalah rapat yang dikutip Selasa (26/5/2026) WIB.
Nantinya, setiap pemegang satu saham EKAD diproyeksikan menerima dana segar. Nilainya dipatok senilai Rp9,00 per saham.
Adapun sisa laba bersih tahun 2025 akan digunakan untuk hal lain. Perusahaan berencana membukukannya sebagai laba ditahan. Dana ini ditujukan guna menambah modal kerja Perseroan.
Selain soal bagikan keuntungan, rapat juga menyepakati perubahan pengurus. Pemegang saham setuju untuk mengangkat kembali jajaran Direksi dan Dewan Komisaris yang ada.
Judi Widjaja Leonardi terpilih kembali menjabat Direktur Utama. Ini adalah periode kedelapan Judi memimpin perusahaan tersebut.
Selain Judi, Lie Phing kembali dipercaya mengisi kursi Direktur. Ini berubah menjadi masa jabatan kelima bagi Lie.
Pada jajaran pengawas, Emil Bachtiar masih menduduki posisi Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen. Sementara itu, Rudy Kurniawan Leonardi menjabat kembali sebagai Komisaris.
Masa jabatan pengurus ini berlaku efektif sejak penutupan rapat. Mereka diproyeksikan bertugas hingga penutupan RUPST tahun 2031 mendatang.
Ringkasnya, berikut adalah susunan terbaru pengurus EKAD hasil RUPST 2026:
Ringkasnya, rapat ini dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili 2.966.901.375 saham. Jumlah tersebut setara dengan 84,92% dari seluruh saham dengan hak suara yang sah.
Catatan: pastikan Anda mencatat tanggal cum-dividen dan recording date. Harga saham biasanya menyesuaikan (turun) pada ex-date sebesar nilai dividen. Selalu verifikasi tanggal pembayaran melalui keterbukaan informasi di IDX.

