Ringkasnya, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA dihantam net sell asing bertubi-tubi sepanjang tahun berjalan. Dalam 19 pekan perdagangan di tahun 2026 ini, mengacu data aplikasi Stockbit Sekuritas, saham BBCA hampir selalu membukukan net sell asing di setiap pekannya.
Tercatat hanya pada pekan pertama Januari 2026 dan juga pekan pertama Februari 2026, saham BBCA membukukan net buy asing. Sisanya, investor asing membukukan net sell di saham Bank Central Asia.
Tercatat, untuk periode tahun berjalan (ytd) dari 1 Januari 2026 sampai dengan 13 Mei 2026, investor asing membukukan net sell di saham BBCA Rp26,91 triliun. Harga saham BCA pun longsor 24,46% di periode serupa.
Ringkasnya, pada perdagangan Rabu (13/5/2026), saham emiten bank swasta ini minus 0,41% ke Rp6.100. Sebanyak 147,34 juta saham diperdagangkan, frekuensi 26.545 kali, dan nilai transaksi Rp898,1 miliar.
Ringkasnya, saham emiten Grup Djarum BBCA selalu ditutup di zona merah dari 8 Mei sampai dengan 13 Mei, dengan total net sell asing Rp162,81 miliar.
Ringkasnya, kiwoom Sekuritas pada 13 Mei lalu mematok support pertama saham Bank Central Asia pada 6.075 dan support kedua di 6.025. Dan resistance pertama 6.175 serta resistance kedua 6.225. Stoploss pada level 5.925.
MNC Sekuritas menerangkan bahwa saham BBCA terkoreksi 0,41% ke 6.125 pada 12 Mei dan masih didominasi oleh tekanan lepas.
Ringkasnya, โPergerakannya pun masih berada di bawah MA20 dan masih berada di fase downtrend-nya,โ kata MNC Sekuritas dalam catatannya untuk perdagangan Rabu (13/5/2026).
Karena itu, MNC Sekuritas menaksir saham BBCA masih bisa mengalami pelemahan ke kisaran 5.625-5.900. Tapi merekomendasikan buy on weakness saham BBCA saat di area tersebut.
Ringkasnya, target harganya dipatok di angka 6.425 untuk target pertama, lalu 6.775 untuk target harga kedua. Stoploss di bawah 5.575.
BBCA mencetak laba bersih Rp14,7 triliun pada kuartal I-2026 (1Q26) atau meningkat 4% qoq atau 4% yoy. Hasil tersebut sesuai dengan estimasi.
Ringkasnya, โKinerja BBCA didukung oleh pendapatan berbasis biaya (fee income) yang solid serta pengendalian biaya yang ketat,โ tulis analis MNC Sekuritas, Victoria Venny dalam risetnya, Senin (27/4/2026).
Sementara itu, menurut dia, margin bunga bersih (net interest margin/NIM) BBCA masih berada dalam tekanan di level 5,4%.
Sementara biaya pencadangan atas potensi kredit bermasalah (cost of credit/CoC) naik ke 0,6%. โIni mencerminkan sikap BBCA yang lebih hati-hati di segmen ritel,โ sebut Victoria.
Adapun pertumbuhan kredit BBCA terbilang moderat sebesar 5,6% yoy. Pertumbuhan ini didorong oleh segmen korporasi dan syariah, sementara segmen konsumer masih lemah.
Lebih lanjut, kualitas aset secara umum masih terjaga, sementara itu kenaikan kredit berisiko (loan at risk/LAR) mulai menunjukkan tanda-tanda awal tekanan.
Ringkasnya, target Harga Saham BBCA
Ringkasnya, editor: Theresa Sandra Desfika
Ringkasnya, follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Ringkasnya, baca Berita Lainnya di Google News
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

