Ringkasnya, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) langsung melompat pada awal sesi I perdagangan Rabu (29/4/2026).
Ringkasnya, di sekitar pukul 09.10 WIB, posisi saham GOTO +9,43% ke Rp58.
Ringkasnya, saham GOTO diburu. Sudah sebanyak 3,12 miliar saham diperdagangkan, frekuensi 11.456 kali, dan nilai transaksi Rp178 miliar.
Ringkasnya, berdasarkan data pada aplikasi Stockbit Sekuritas, saat berita ini disusun, saham GOTO membukukan net buy Rp89,4 miliar.
Ringkasnya, saham GOTO telah menjebol resistance kedua alias batas atas yang dipatok Kiwoom Sekuritas untuk saham ini pada perdagangan hari ini di level 54.
Setelah bertahun-tahun fokus pada ekspansi dan efisiensi, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) akhirnya membukukan tonggak penting, yakni laba bersih perdana. Pada kuartal I-2026, emiten teknologi tersebut membukukan laba bersih Rp171 miliar, berbalik dari rugi Rp367 miliar pada periode serupa tahun sebelumnya secara bersamaan menjadi sinyal bahwa model bisnis GoTo mulai memasuki fase profitabilitas.
Direktur Utama GoTo Hans Patuwo mengungkap pencapaian tersebut sebagai momen krusial dalam perjalanan perseroan. “Pencapaian laba bersih untuk pertama kalinya dalam sejarah GoTo ini mencerminkan kerja keras tim dalam mendorong pertumbuhan pendapatan, mengelola biaya secara disiplin, dan menciptakan nilai nyata bagi pelanggan serta mitra,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (28/4/2026).
Di balik angka tersebut, aktivitas jutaan pengguna dan mitra menjadi fondasi utama. GoTo membukukan jumlah annual transacting users (ATU) menyentuh 69 juta, meningkat 22% secara tahunan (YoY). Sementara itu, nilai transaksi bruto (GTV) inti meroket 65% YoY menjadi Rp138 triliun, dengan total GTV menyentuh Rp236 triliun atau naik 63% YoY.
Pendapatan bersih pun meningkat 26% YoY menjadi Rp5,3 triliun. Kinerja ini turut mendorong EBITDA disesuaikan sebesar Rp907 miliar, meroket 131% YoY, memperkuat jalur menuju target tahunan.
Direktur Keuangan GoTo Simon Ho menekankan bahwa perbaikan kinerja tidak hanya bersifat sementara, melainkan mencerminkan perubahan struktural. “Pertumbuhan pendapatan kini secara signifikan melampaui pertumbuhan biaya. Ini menunjukkan operating leverage yang sudah tertanam dalam bisnis kami,” jelasnya.
Ia menambahkan, efisiensi biaya layanan juga didorong oleh pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan (AI), yang mulai menyalurkan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas dan konversi pengguna.
Selain membukukan laba, GoTo juga membukukan arus kas bebas disesuaikan positif sebesar Rp1,3 triliun, menandakan fundamental keuangan yang semakin solid. Dari sisi ekosistem, kontribusi dari e-commerce melalui Tokopedia tercermin dari imbalan jasa sebesar Rp288 miliar.
Ke depan, perseroan masih mempertahankan panduan EBITDA disesuaikan tahun 2026 di kisaran Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun. Meski demikian, manajemen masih mencermati dinamika global, termasuk potensi tekanan dari inflasi biaya dan meningkatnya persaingan industri.
Hans menekankan, strategi GoTo berikutnya akan difokuskan pada inovasi produk berbasis kebutuhan pengguna serta penguatan ekosistem. Di saat yang sama, perseroan juga menempatkan mitra pengemudi sebagai bagian penting dari pertumbuhan berkelanjutan. “Perjalanan kami belum selesai.
Dengan fondasi yang semakin kuat, kami optimistis dapat terus bertumbuh dan menyalurkan layanan terbaik bagi jutaan masyarakat Indonesia,” ujar Hans.
Ringkasnya, editor: Theresa Sandra Desfika
Ringkasnya, follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Ringkasnya, baca Berita Lainnya di Google News
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

