PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI) memutuskan untuk tidak menyalurkan dividen kepada pemegang saham untuk tahun buku 2025. Keputusan ini ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta, 20 Mei 2026.
Pemegang saham menyetujui pengalokasian 100% laba bersih tahun buku 2025 senilai Rp143 miliar sebagai saldo laba ditahan (retained earnings). Langkah strategis ini diambil guna memperkuat struktur permodalan bank. Selain itu, dana tersebut dipersiapkan untuk mendukung ekspansi bisnis perseroan secara berkelanjutan di masa depan.
Presiden Direktur PT Krom Bank Indonesia Tbk, Anton Hermawan menjelaskan alasan di balik kebijakan tersebut. Fokus utama perusahaan kini adalah menjaga kesehatan fundamental keuangan di tengah dinamika pasar.
โKeputusan untuk mengalokasikan seluruh laba bersih Tahun Buku 2025 ke dalam saldo laba ditahan adalah langkah strategis Perseroan untuk dapat menjaga fundamental keuangan yang sehat serta memperkuat kapasitas pendanaan internal,โ ujar Anton Hermawan dalam keterangan resminya, Rabu (20/5/2026).
Ringkasnya, anton optimistis melalui struktur permodalan yang semakin solid, Krom Bank mampu meningkatkan daya saing. Bank digital ini berkomitmen menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan dan nasabah.
Sepanjang tahun 2025, Krom Bank membukukan pertumbuhan kinerja yang sangat signifikan. Pendapatan bunga bersih (audited) menyentuh Rp1,85 triliun. Angka ini meroket 92% dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp965 miliar.
Total aset bank juga meningkat 84% secara tahunan menjadi Rp12,21 triliun. Dari sisi penyaluran kredit, perseroan membukukan pertumbuhan 103% menjadi Rp8,63 triliun. Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) meroket 166% menjadi Rp8,39 triliun berkat pertumbuhan tabungan dan deposito.
Selain agenda laba, RUPST menyetujui Laporan Tahunan 2025 dan menyalurkan pembebasan tanggung jawab (acquit et decharge) kepada direksi serta komisaris. Rapat juga menetapkan penunjukan Akuntan Publik untuk tahun buku 2026 serta menetapkan gaji dan tunjangan bagi jajaran pimpinan bank.
Pada hari yang sama, perseroan menggelar Paparan Publik (Public Expose) 2026 untuk memaparkan kinerja terkini. Hingga Kuartal I-2026, aset Krom Bank kembali meningkat menjadi Rp14,77 triliun. Penyaluran kredit mengenai Rp9,88 triliun dan DPK menyentuh Rp10,86 triliun.
Laba bersih pada Kuartal I-2026 tercatat senilai Rp70 miliar atau meningkat 99%. Rasio kecukupan modal (CAR) berada pada level yang sangat sehat yakni 39,78%. Perseroan terus memperkuat infrastruktur teknologi informasi guna mendukung pelayanan nasabah.
Anton menambahkan fokus strategi tahun 2026 meliputi penguatan ekosistem digital dan pengalaman pengguna. Perseroan diproyeksikan meningkatkan kualitas aset serta manajemen risiko secara prudent.
Ringkasnya, โKrom Bank terus berkomitmen untuk menghadirkan layanan perbankan digital yang inovatif, aman, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,โ tutup Anton.
Catatan: pastikan Anda mencatat tanggal cum-dividen dan recording date. Harga saham biasanya menyesuaikan (turun) pada ex-date sebesar nilai dividen. Selalu verifikasi tanggal pembayaran melalui keterbukaan informasi di IDX.

