PT Batavia Prosperindo Trans Tbk (BPTR) menyatakan laporan bulanan registrasi pemegang saham untuk periode yang berakhir pada 30 April 2026. Laporan ini disusun oleh PT Adimitra Jasa Korpora selaku Biro Administrasi Efek (BAE).
Berdasarkan data resmi perseroan, PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk masih berubah menjadi pemegang saham pengendali. Perusahaan ini menguasai 2,38 miliar lembar saham atau setara 67,40% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh.
Ringkasnya, selain itu, terdapat dua pemegang saham institusi lain dengan kepemilikan di atas 5%. PT Victoria Investama Tbk menggenggam 370,21 juta lembar saham atau 10,48%. Sementara PT Oscarmas memiliki 353,4 juta lembar saham atau 10,00%.
Total modal disetor BPTR tercatat sebanyak 3,53 miliar lembar saham, dengan nilai nominal Rp100 per saham. Dengan demikian, nilai kapitalisasi dari modal disetor tersebut menyentuh Rp353,4 miliar.
Ringkasnya, jajaran direksi perseroan juga tercatat memiliki kepemilikan saham secara langsung. Direktur Utama BPTR, Paulus Handigdo, memiliki 69,63 juta lembar saham atau 1,97%. Direktur Independen, Rima Rupita, memiliki 10,6 juta lembar saham atau 0,30%.
Ringkasnya, di sisi lain, jajaran dewan komisaris tidak tercatat memiliki saham perseroan. Komisaris Utama, Williem Tanjung Oscar, serta Komisaris Independen, Cecilia Beatrix Pangemanan, masing-masing memiliki kepemilikan 0,00%.
Ringkasnya, untuk pemodal nasional kategori masyarakat dengan kepemilikan di bawah 5%, terdapat 3.219 pemegang saham. Kelompok ini secara kolektif memiliki 428,41 juta lembar saham atau setara 12,12%.
Ringkasnya, dalam surat resminya kepada direksi BPTR, PT Adimitra Jasa Korpora melaporkan rincian data tersebut secara berkala. Surat tersebut ditandatangani oleh Direktur PT Adimitra Jasa Korpora, Andry.
Ringkasnya, โBersama ini kami kirimkan laporan untuk bulan April 2026 yang berupa Komposisi Kepemilikan Saham,โ tulis manajemen Adimitra, Kamis (7/5/2026).
Laporan ini juga mencakup daftar pemegang saham pengendali serta kepemilikan efek yang menyentuh 5% atau lebih. Seluruh data merujuk pada Daftar Pemegang Saham (DPS) per 30 April 2026.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

