PT Singaraja Putra Tbk (SINI) tengah mengubah arah bisnisnya berubah menjadi perusahaan batu bara dengan skala produksi menengah, sesudah aksi korporasi dan akuisisi aset tambang memperkuat struktur permodalan perseroan.
Analis UOB Kay Hian Benyamin Mikael dan Alden Gabriel Lam dalam riset pada 2 Oktober 2026 mengungkap penerbitan hmetd bernilai Rp3,6 triliun yang dilakukan SINI pada Juli 2026 telah memperbaiki kondisi neraca perseroan.
Dana tersebut didapat melalui penerbitan 721,5 juta saham baru dengan harga Rp5.000 per saham.
Sekitar Rp1,53 triliun dari dana penerbitan hmetd dialokasikan untuk mengakuisisi Kemilau Mulia Sakti (KMS), Rp900 miliar untuk pelunasan utang lebih awal, sementara sisanya digunakan sebagai modal kerja.
Langkah tersebut menjadi penting karena ekuitas SINI sebelum itu berada di zona negatif.
Catatan: rights issue berpotensi mengakibatkan dilusi bagi pemegang saham lama yang tidak ikut serta. Perhatikan harga pelaksanaan dan rasio HMETD sebelum memutuskan.

