PT Solusi Environment Asia Tbk (SOFA) memperkuat ekspansinya di sektor infrastruktur hijau. Melalui anak usahanya, PT Ananta Energi Asia (AEA), Perseroan bergabung dalam konsorsium proyek Pengolahan Sampah berubah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Denpasar Raya dan Bogor Raya.
Langkah strategis ini dilakukan bersama raksasa asal Tiongkok, Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd (Zhejiang Weiming). Proyek tersebut adalah bagian dari penugasan nasional yang ditetapkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).
Ringkasnya, penunjukan AEA sebagai mitra lokal bertujuan mendorong transfer teknologi kepada industri dalam negeri. Selain itu, AEA bertanggung jawab mengoordinasikan perizinan serta menjalin hubungan dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan setempat.
Direktur Utama SOFA, Denny Rizal, mengungkap keterlibatan dalam proyek ini memiliki dampak besar bagi masa depan perusahaan. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi visi bisnis jangka panjang Perseroan.
โPenambahan AEA sebagai mitra lokal dalam konsorsium PSEL Danantara bersama Zhejiang Weiming adalah pencapaian material bagi Perseroan,โ ujar Denny, dikutip Senin (25/5/2026) WIB.
Menurut Denny, proyek ini menyalurkan potensi arus kas jangka panjang yang terukur. Hal ini berkat skema Perjanjian Pembelian Daya (PPA) selama 30 tahun dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN.
Tarif listrik yang disepakati dalam kontrak tersebut bersifat masih, yakni senilai USD 0,20 per kWh. Kerja sama ini berubah menjadi landasan kuat bagi SOFA untuk berpartisipasi dalam gelombang proyek PSEL berikutnya. Danantara sendiri memiliki rencana pengembangan fasilitas serupa di 25 kota di seluruh Indonesia.
Sebagai informasi, AEA didirikan oleh Perseroan bersama PT Asia Investment Capital (AIC) pada 5 Februari 2026. Komposisi kepemilikan saham terdiri dari SOFA sebesar 99% dan AIC sebanyak 1%. AIC sendiri adalah pemegang saham pengendali dari SOFA.
Sementara itu, Zhejiang Weiming adalah salah satu operator PSEL terbesar di dunia. Perusahaan ini mengelola puluhan fasilitas di Tiongkok dengan rekam jejak yang mumpuni.
Pada tahun 2025, total produksi listrik Zhejiang Weiming menyentuh 4,62 miliar kWh. Jumlah ini setara dengan konsumsi listrik tahunan satu provinsi menengah di Indonesia. Prestasi tersebut menjadikan Zhejiang Weiming sebagai salah satu pemenang terbesar dalam tender proyek PSEL nasional tahap pertama.
Ringkasnya, melalui kemitraan ini, SOFA optimistis mampu membangun platform investasi infrastruktur hijau terkemuka di Indonesia. Perseroan berkomitmen penuh mendukung kolaborasi teknologi internasional untuk solusi lingkungan yang berkelanjutan.
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya โ apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

