Ringkasnya, pT Pan Brothers Tbk (PBRX) membidik pertumbuhan penjualan sekitar 10% pada 2026 seiring fokus perseroan memperkuat fundamental operasional pasca restrukturisasi utang.
Emiten tekstil dan garmen tersebut memilih mengedepankan efisiensi, digitalisasi, dan optimalisasi kapasitas produksi dibanding menjalankan ekspansi fisik yang membutuhkan belanja modal besar.
Direktur Keuangan Pan Brothers Fitri R. Hartono menuturkan perseroan tetap optimistis terhadap prospek usaha tahun depan, meskipun kondisi ekonomi global dan geopolitik masih dibayangi ketidakpastian.
“Tahun 2026 kami masih memproyeksikan penjualan meningkat sekitar 10% dibandingkan 2025. Untuk profitabilitas, kami menargetkan peningkatan terutama pada bottom line operasional. Kini kami lebih fokus pada penguatan operasional,” ujar Fitri usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), baru-baru ini.
Berdasarkan dia, strategi tersebut dipilih karena perseroan masih menjaga kehati-hatian dalam pengelolaan modal kerja sesudah menyelesaikan proses restrukturisasi.
Ringkasnya, alih-alih membangun fasilitas produksi baru, PBRX memilih meningkatkan produktivitas melalui investasi pada sistem digital dan otomasi di dalam pabrik yang sudah ada.
Fitri menjelaskan, sejumlah mesin dan perangkat lunak baru terus diimplementasikan guna meningkatkan efisiensi produksi dan memperbesar output tanpa harus menjalankan ekspansi kapasitas secara fisik.
"Kalau ekspansi fisik seperti membangun pabrik baru belum ada dalam rencana. Sementara itu di dalam pabrik kami terus menjalankan otomasi dan digitalisasi melalui penambahan mesin maupun software baru. Harapannya efisiensi meningkat alhasil output juga bisa meningkat,” kata dia.
Sebagai perusahaan manufaktur berbasis pesanan (job order), Pan Brothers baru menjalankan proses produksi setelah memperoleh order dari pemilik merek global. Karena itu, efisiensi operasional dan pengelolaan modal kerja menjadi faktor penting dalam menjaga margin usaha.
Ringkasnya, adapun di tengah pelemahan rupiah terhadap dolar AS, manajemen menilai dampaknya terhadap kinerja perseroan relatif terbatas karena struktur bisnis yang telah memiliki mekanisme lindung nilai alami (natural hedging).
Ringkasnya, mayoritas pendapatan ekspor Pan Brothers menggunakan mata uang dolar AS. Di sisi lain, sekitar 60-65% kebutuhan bahan baku perusahaan juga dibeli menggunakan dolar AS.
Ringkasnya, "Penjualan kami menggunakan dolar AS, sementara sebagian besar bahan baku juga dibeli dalam dolar AS. Jadi secara alami kami memiliki natural hedge,” ujar Fitri.
Ringkasnya, meski demikian, ia menilai faktor yang paling penting bagi pelaku usaha ekspor bukan sekadar penguatan atau pelemahan nilai tukar, melainkan stabilitas kurs.
“Yang paling dibutuhkan sebenarnya kestabilan nilai tukar. Kalau pergerakannya terlalu fluktuatif, buyer juga bisa berubah menjadi khawatir,” tambahnya.
Untuk mendukung target pertumbuhan penjualan, perseroan juga mulai menjajaki kerja sama dengan sejumlah pembeli (buyer) baru di pasar global. Hingga kini, Amerika Serikat, Eropa, dan Asia masih menjadi pasar utama ekspor Pan Brothers. Adapun kontrak baru yang sedang dijajaki diperkirakan menyalurkan tambahan penjualan sekitar US$ 2 juta hingga US$ 3 juta.
Meski demikian, manajemen masih membatasi volume pesanan baru agar tidak membebani kebutuhan modal kerja.
“Ada beberapa buyer baru yang sedang kami jajaki, tetapi nilainya masih relatif kecil karena baru tahap awal. Kami tetap harus konservatif karena semakin besar order yang diterima, semakin besar pula kebutuhan modal kerja yang harus disiapkan. Jadi fokus kami kini memaksimalkan kapasitas yang sudah ada,” kata Fitri.
Ringkasnya, dalam RUPS yang digelar, pemegang saham juga menyetujui penyesuaian Anggaran Dasar perseroan untuk menyesuaikan dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025.
Manajemen menekankan perubahan tersebut bersifat administratif dan tidak mengubah kegiatan usaha utama perseroan. Selain itu, RUPS juga mengesahkan laporan tahunan serta menyetujui pengangkatan kembali jajaran direksi dan komisaris yang masa jabatannya telah berakhir.
Dengan fokus pada efisiensi, digitalisasi, dan penguatan operasional pasca restrukturisasi, Pan Brothers berharap dapat memperbaiki profitabilitas secara bertahap secara bersamaan menjaga pertumbuhan usaha yang berkelanjutan di tengah tantangan industri tekstil global.
Ringkasnya, editor: Theresa Sandra Desfika
Ringkasnya, follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Ringkasnya, baca Berita Lainnya di Google News
Catatan: aksi korporasi semacam ini perlu dilihat dampaknya terhadap laporan keuangan berikutnya — apakah menambah kontribusi pendapatan, atau justru menambah beban utang dan bunga.

