Ringkasnya, emiten tekstil dan garmen, PT Trisula International Tbk (TRIS) membukukan kinerja positif di awal tahun 2026.
Berdasarkan laporan kuartal I-2026, TRIS membukukan penjualan sebesar Rp455,33 miliar, meningkat 13% secara tahunan (YoY) dibandingkan periode serupa tahun sebelum itu sebesar Rp402,34 miliar.
Pertumbuhan laba bersih juga meningkat 4% YoY menjadi Rp31,97 miliar dari sebelum itu Rp30,75 miliar, manajemen TRIS menetapkan target yang konservatif untuk tahun berjalan. Perseroan membidik pertumbuhan penjualan sebesar 5% dan laba bersih sebesar 6,5% sepanjang tahun fiskal berjalan.
Fokus utama tahun berjalan adalah pengembangan produk bernilai tambah tinggi serta diversifikasi produk, didukung oleh belanja modal (capex) yang disiapkan untuk meningkatkan kapasitas produksi.
"Di tengah dinamika geopolitik global, kami berhasil menjaga ketahanan kinerja ekspor berkat diversifikasi pasar ekspor dan memaksimalkan perjanjian dagang yang dimiliki pemerintah Indonesia, alhasil permintaan tetap stabil dan basis pasar terus meluas. Terkait dengan itu, fokus belanja modal tahun berjalan kami arahkan untuk meningkatkan kapasitas produksi serta mengembangkan produk bernilai tambah tinggi," ujar Presiden Direktur TRIS, Widjaya Djohan.
Kinerja per segmen bisnis TRIS selama kuartal ini cukup bervariasi, segmen manufaktur yang berubah menjadi tulang punggung perseroan masih solid dengan pertumbuhan 8% YoY berubah menjadi Rp363,87 miliar.
Sementara kejutan datang dari segmen seragam yang meroket 60% YoY berubah menjadi Rp52,54 miliar, mengindikasikan permintaan yang solid di periode ini.
Dari sisi geografis, penjualan ekspor masih mendominasi kontribusi terhadap pendapatan TRIS. Sepanjang kuartal I-2026, segmen ekspor meningkat 17% YoY menjadi Rp276,24 miliar, sementara penjualan lokal naik 8% YoY menjadi Rp179,1 miliar.
Pertumbuhan ekspor ini berlangsung di tengah dinamika geopolitik global yang masih fluktuatif. TRIS berhasil menjaga ketahanan kinerja pasar ekspor dengan secara aktif menjalankan diversifikasi pasar ekspor sebagai langkah mitigasi terhadap risiko ketegangan geopolitik.
Langkah ini termasuk memaksimalkan perjanjian dagang antara pemerintah Indonesia dengan negara lain. Pendekatan tersebut memungkinkan perseroan menjaga stabilitas permintaan secara bersamaan memperluas basis pasar secara berkelanjutan.
TRIS tidak hanya mengandalkan diversifikasi pasar ekspor. Mitigasi lain yang dilakukan adalah menjaga ketersediaan bahan baku order. TRIS berhasil mengamankan pasokan bahan baku yang bersifat khusus untuk memastikan proses produksi kain dan produk yang berkarakteristik spesifik (unik) masih berjalan.
Selain memperkuat basis pelanggan dan mengamankan rantai pasok, perseroan tahun berjalan memfokuskan belanja modal atau capital expenditure (capex) untuk meningkatkan kapasitas produksi guna mendukung tercapainya target tahunan.
Ringkasnya, editor: Erta Darwati
Ringkasnya, follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
Ringkasnya, baca Berita Lainnya di Google News
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

