PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP) berhasil mencetak kinerja positif pada awal tahun 2026. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp130,35 miliar (Rp4,78 per saham) pada kuartal I 2026. Angka ini berbalik sangat jauh jika dibandingkan rugi bersih sebesar Rp71,85 miliar (minus Rp2,20 per saham) pada periode serupa tahun 2025.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim per 31 Maret 2026, pendapatan WMPP tercatat sebesar Rp287,76 miliar. Pendapatan ini meningkat 40,9% dibandingkan periode serupa tahun sebelumnya yang sebesar Rp204,18 miliar.
Penyumbang utama pendapatan berasal dari penjualan karkas ayam sebesar Rp219,78 miliar. Disusul oleh daging sapi dan olahan bernilai Rp33,32 miliar. Kemudian penjualan telur menyumbang Rp17,96 miliar.
Peningkatan laba yang sangat tajam ini didorong oleh keberhasilan restrukturisasi utang grup. Perseroan membukukan pendapatan lain-lain berupa pendapatan diskonto homologasi sebesar Rp1,42 triliun. Faktor berikut yang membuat laba sebelum pajak meroket menjadi Rp72,89 miliar.
Beban pokok pendapatan Perseroan juga mengalami kenaikan seiring dengan bertambahnya penjualan. Angkanya meningkat ke Rp284,59 miliar dari Rp209,87 miliar di tahun 2024. Alhasil, WMPP mencetak laba bruto sebesar Rp3,17 miliar, setelah sebelum itu sempat merugi bruto Rp5,69 miliar.
Dari sisi biaya operasional, beban usaha tercatat sebesar Rp32,02 miliar. Sementara itu, beban keuangan atau bunga pinjaman naik ke Rp151,50 miliar. Kenaikan ini disebabkan oleh proses penyelesaian penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU).
Ringkasnya, โKami bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian interim Perusahaan dan Entitas Anak,โ kata Tumiyana, Direktur Utama WMPP dalam keterbukaan informasi dikutip Rabu (1/7/2026).
Ringkasnya, tumiyana menjelaskan seluruh informasi dalam laporan keuangan telah dimuat secara lengkap dan benar. Dokumen tersebut juga disusun sesuai Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Mengenai kekuatan neraca, total aset WMPP per 31 Maret 2026 berada di angka Rp3,75 triliun. Jumlah ini menurun 17,4% dibandingkan total aset per 31 Desember 2025 yang sebesar Rp4,54 triliun. Penurunan aset sejalan dengan berkurangnya saldo piutang usaha pihak ketiga yang melemah ke Rp304,05 miliar.
Total liabilitas atau utang Perseroan juga berhasil ditekan secara signifikan. Liabilitas WMPP melemah ke Rp3,05 triliun dari sebelum itu Rp4,04 triliun pada akhir 2025.
Adapun total ekuitas Perseroan mengalami penguatan berubah menjadi Rp701,64 miliar. Posisi modal ini meningkat dibandingkan akhir Desember 2025 yang senilai Rp502,10 miliar.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

