PT Oscar Mitra Berhasil Sejahtera Tbk (OLIV) membukukan kinerja keuangan yang tertekan sepanjang tahun buku 2025. Emiten furnitur ini membukukan rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp8,25 miliar. Angka tersebut melonjak 48% dibandingkan rugi bersih tahun 2024 sebesar Rp5,57 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025 yang dipublikasikan Selasa (21/4/2026), peningkatan rugi bersih berlangsung di tengah penurunan pendapatan. OLIV membukukan pendapatan neto sebesar Rp10,17 miliar pada 2025, turun 6,62% dibandingkan realisasi 2024 sebesar Rp10,89 miliar.
Ringkasnya, pendapatan Perseroan berasal dari penjualan produk furnitur, seperti perabotan kantor, kasur, dan perlengkapan rumah tangga. Penjualan dilakukan melalui pasar pihak ketiga, termasuk platform perdagangan elektronik (e-commerce) dan gerai ritel.
Di sisi lain, Perseroan berhasil menekan beban pokok pendapatan secara signifikan. Beban pokok turun 35,77% menjadi Rp6,22 miliar dari Rp9,68 miliar pada 2024. Kondisi ini mendorong laba bruto meroket menjadi Rp3,95 miliar, naik 226% dari Rp1,21 miliar.
Sementara itu, peningkatan laba bruto tidak mampu menahan reli beban operasional. Beban umum dan administrasi naik 67,48% menjadi Rp12,26 miliar pada 2025, dari Rp7,32 miliar pada 2024. Akibatnya, rugi usaha naik ke Rp8,31 miliar, dibandingkan Rp6,11 miliar pada tahun sebelum itu.
Ringkasnya, kinerja keuangan ini juga disertai catatan auditor independen terkait kelangsungan usaha. Kantor Akuntan Publik Hasahatan & Binsar menyoroti adanya ketidakpastian material.
โKelompok usaha telah membukukan serta melaporkan saldo akumulasi kerugian pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp14.460.232.411. Kondisi tersebut mengindikasikan kemampuan kelompok usaha untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya sebagai entitas berkesinambungan tergantung pada penyelesaian permasalahan tersebut,โ tulis auditor dalam laporannya, dikutip Sabtu (2/5/2026).
Ringkasnya, direktur Utama OLIV, Wang Xiaoxuan, menyatakan manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian.
Dari sisi neraca, total aset OLIV per 31 Desember 2025 tercatat senilai Rp40,85 miliar, mengalami pelemahan 23,28% dibandingkan posisi per Desember 2024 senilai Rp53,24 miliar. Penurunan terutama dipicu berkurangnya kas dan setara kas serta aset masih.
Sementara itu, total liabilitas berhasil ditekan menjadi Rp3,74 miliar dari Rp7,89 miliar pada 2024. Penurunan ini didorong oleh pelunasan utang bank jangka pendek yang sebelum itu menyentuh Rp5,10 miliar. Adapun total ekuitas per akhir 2025 tercatat Rp37,10 miliar, turun dari Rp45,35 miliar pada periode serupa tahun sebelum itu.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

