Saham PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) ditutup terangkat 10,14 persen ke level Rp760 pada perdagangan Jumat (17/7/2026). Kini, perseroan tengah mempersiapkan pelaksanaan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau penerbitan hmetd yang telah memperoleh persetujuan pemegang saham.
Ringkasnya, aksi korporasi tersebut masih menunggu pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
"Selain rencana penerbitan hmetd, CBRE juga terlibat dalam Proyek Hidayah atau salah satu proyek minyak dan gas bumi di melepas pantai Jawa Timur. Perseroan sebelum itu menyatakan bahwa keterlibatan tersebut adalah bagian dari pengembangan bisnis di sektor energi melepas pantai (offshore)," tulis manajemen Perseroan yang dikutip pada Sabtu (18/7/2026).
Dalam aksi korporasi ini, CBRE berencana meluncurkan sebanyak-banyaknya 12,76 miliar saham baru dengan kisaran harga pelaksanaan Rp100 hingga Rp150 per saham. Dengan asumsi seluruh saham baru terserap, perseroan berpotensi menghimpun dana hingga sekitar Rp1,91 triliun.
Seiring penguatan saham Perseroan yang berlangsung di tengah perkembangan informasi terkait perubahan kepemilikan saham serta rencana aksi korporasi yang disampaikan, pada laporan perubahan kepemilikan saham Andry Hakim menambah kepemilikan saham CBRE pada 10 Juli 2026.
Ringkasnya, dengan transaksi tersebut, total kepemilikannya tercatat sebanyak 230.000.074 saham atau sekitar 5,07 persen dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh. "Laporan kepemilikan saham terakhir menunjukkan Andry Hakim masih memiliki 230.000.074 saham atau setara 5,07 persen saham CBRE. Persentase tersebut berada di atas ambang batas pelaporan 5 persen sebagaimana diatur dalam ketentuan pasar modal," lanjut manajemen.
Catatan: rights issue berpotensi mengakibatkan dilusi bagi pemegang saham lama yang tidak ikut serta. Perhatikan harga pelaksanaan dan rasio HMETD sebelum memutuskan.

