Saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) terus tertekan dalam beberapa waktu terakhir. Saham produsen mi instan dan snack bagian dari Grup Indofood itu terimbas sentimen negatif akibat perang di Timur Tengah.
Saham ICBP kembali mencetak rekor harga terendah (new low) pada perdagangan Jumat (24/4/2026) seiring penurunan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Saham ICBP melemah 3,5 persen ke Rp6.825, turun 47 persen dari puncaknya Rp12.875.
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Chrysty Halim menuturkan, kinerja ICBP sebenarnya telah menunjukkan tanda-tanda pemulihan di mana pada kuartal IV-2025, penjualan meningkat 8,9 persen, tertinggi sejak akhir 2024.
Pertumbuhan penjualan tersebut ditopang oleh belanja pemerintah, terutama sebagian akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta normalisasi belanja konsumen yang mulai menanjak pada paruh kedua tahun 2025.
Kendati demikian, margin laba kotor ICBP melemah ke 30,3 persen seiring peningkatan pada beban bahan baku, terutama imbas kenaikan harga minyak goreng, CPO, dan kentang. Sementara itu, margin laba usaha masih sesuai panduan manajemen di level 20-22 persen.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.
