Saham PT Indika Energy Tbk (INDY) terus diburu alhasil memicu kenaikan harga cukup signifikan. Dalam sepekan terakhir, harga saham INDY naik 28 persen, alhasil mendorong nilai pasarnya menembus Rp13 triliun.
Pada penutupan perdagangan Kamis (16/7/2026), harga saham INDY terangkat 11,61 persen ke Rp2.500, tertinggi dalam sebulan terakhir. Kenaikan harga saham INDY dipicu kabar perusahaan tersebut melego aset batu bara utamanya PT Kideco Jaya Agung (KJA). Selama ini, Kideco menjadi tulang punggung utama Indika Energy dengan kontribusi lebih dari 50 persen terhadap kinerja keuangan perseroan.
Ringkasnya, dikutip dari laporan Bloomberg, Indika Energy dilaporkan tengah mempertimbangkan penjualan PT Kideco Jaya Agung, anak usaha yang 91 persen sahamnya dimiliki oleh perseroan. Langkah ini sejalan dengan transformasi bisnis perseroan yang mulai meninggalkan batu bara.
Sumber Bloomberg mengungkap, manajemen Indika Energy tengah berdiskusi dengan penasihat keuangan tentang peluang divestasi KJA. Perseroan juga telah menghubungi sejumlah pembeli potensial aset batu bara tersebut. Nilai transaksi KJA diperkirakan menyentuh USD1 miliar meski berdasarkan data terakhir, asetnya ditaksir sekitar USD639 juta.
Ringkasnya, rencana penjualan tersebut masih sangat tahap awal dan manajemen masih berpeluang mempertahankan aset batu bara tersebut. Perwakilan PT Indika Energy Tbk dan PT Kideco Jaya Agung belum berkomentar terkait kabar tersebut.
Catatan: artikel ini merupakan rangkuman dari keterbukaan informasi. Selalu verifikasi angka dan tanggal dengan sumber resmi (IDX atau laporan keuangan perseroan) sebelum mengambil keputusan investasi.

